Jumat, 25 September 2020

Saksi Sidang Ahok: Masalahnya Ada di Kata ‘Dibohongi’ dan ‘Dibodohi

Saksi Sidang Ahok: Masalahnya Ada di Kata ‘Dibohongi’ dan ‘Dibodohi

Jakarta, Swamedium.com – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Amin Suma yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI. Memberikan kesaksian di depan Majelis hakim, melalui sikap keagamaan MUI menyatakan bahwa pidato Ahok terkait surat Al Maidah ayat 51 di kepulauan seribu termasuk menghina Al Qur’an dan Ulama.

“Apakah saudara tahu yang dipermasalahkan dalam pernyataan sikap keagamaan MUI itu apa?” tanya Majelis Hakim kepada Saksi.

KH Muhammad Amin menjawab pertanyaan Majelis Hakim, “Yang utama, pertama itu adalah ‘dibohongi’ pakai Al Maidah 51, dan pernyataan ‘dibohongi’ dan ‘dibodohi’ pakai Al Maidah 51 itu yang menjadi inti persoalan yang saya ketahui”.

“Al Quran tidak pernah membohongi siapapun”, lanjut KH Muhammad Amin.

Majelis Hakim kembali bertanya kepada saksi, mengapa kata-kata ‘dibohongi’ dan dibodohi’ bisa menjadi masalah.

“Masalahnya kata-kata ‘dibohongi’ pakai Al Maidah 51 atau ‘dibodohi’ pakai Al Maidah 51, karena Quran tidak akan pernah membohongi siapapun. Walau dengan dirinya sendiri,” jawab KH Muhammad Amin.

Lalu KH Muhammad Amin Suma memberikan contoh di dalam persidangan, “contohnya saya, dalam Al Quran kesaksian saya wajib menyatakan sebenar-benarnya walaupun kepada diri saya sendiri, kepada orang tua dan siapapun juga, itu ada dalam Al Quran, tidak boleh saya mendustai diri saya,” tegasnya. (jm/ls)

foto: ist

Related posts

1 Comment

  1. Mx

    Kata2 inilah yg membuat ahok ditetapkan sbg penista…tabiat orang ini memang sdh kasar dan benci islam..hanya org2 munafik yg bodoh mau ikut dia shgg si ahok mrs benar terus…

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.