Rabu, 23 September 2020

Erdoğan: Pembangunan Permukiman Yahudi di Palestina Adalah Provokasi

Erdoğan: Pembangunan Permukiman Yahudi di Palestina Adalah Provokasi

Bahrain, Swamedium.com — Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengkritisi pembangunan ratusan rumah permukiman baru yahudi di Yerusalem Timur dan Tepi Barat, Palestina. Ia menyebutnya sebagai provokasi.

“Keputusan Israel membangun unit permukiman baru di Yerusalam Timur dan Tepi Barat mutlak provokasi,” kata Erdoğan dalam pidatonya di Bahrain, Senin (13/2), seperti dilansir oleh World Bulletin.

Erdoğan menilai pembangunan permukiman merupakan pelanggaran hukum internasional. “Mengakhiri aktivitas pembangunan permukiman ilegal merupakan prasyarat bagi perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah,” katanya.

Pada Desember 2016, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa mengadopsi resolusi yang mengutuk kegiatan pemukiman yahudi di Tepi Barat yang dijajah oleh Israel.

Sebelumnya, parlemen Israel mengesahkan undang-undang yang menyatakan bahwa pos-pos khusus yahudi dibangun di atas tanah Palestina di Tepi Barat, hal ini dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.

Otoritas Israel telah menyetujui pembangunan lebih dari 7.250 unit permukiman di Yerusalem Timur dan Tepi Barat sejak awal 2017. Sekitar 500.000 warga Israel bermukim di lebih dari 100 permukiman khusus yahudi yang dibangun sejak Israel menjajah Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada 1967.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem timur sebagai “wilayah yang dijajah” dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman yahudi di wilayah tersebut ilegal. (*)

Foto: World Bulletin

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.