Jumat, 05 Juni 2020

KPU DKI Bingung, TNI Keluarkan Larangan Dirikan TPS dalam Kompleks

KPU DKI Bingung, TNI Keluarkan Larangan Dirikan TPS dalam Kompleks

Jakarta, Swamedium.com — Pencoblosan Pilkada DKI Jakarta tinggal satu hari lagi. Namun, KPU DKI Jakarta dihadapi dilema dengan adanya edaran larangan pendirian tempat pemungutan suara (TPS) di dalam kompleks TNI.

Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, larangan itu membuat pihak penyelenggara menjadi kesulitan. Sebab H-1 pemilihan gubernur (pilgub) dikhawatirkan tidak memungkinkan untuk mendirikan TPS baru yang nantinya berdampak pada hilangnya hak pilih.

“Potensi kehilangan hak pilih cukup besar. Kalau ditotal bisa puluhan TPS. Bisa ribuan pemilih. Ini sedang dilakukan komunikasi jangan-jangan itu penafsiran dari aparat di bawah. Sekarang sedang dicari titik temu,” kata Sumarno, di kantornya, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (14/2/).

Adapun maksud larangan pendirian TPS di dalam komplek TNI, adalah untuk menjaga netralitas TNI dalam Pilkada. Namun dekatnya masa pencoblosan, membuat KPU sebagai penyelenggara Pilkada kesulitan untuk mengakomodasi hak suara keluarga TNI tidak hilang.

“KPU tidak bisa berbuat banyak. Kita coba memberikan alternatif, TNI menyediakan angkutan untuk mengantar pemilih ke TPS terdekat,” ujarnya. (*/d)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.