Jumat, 25 September 2020

Unjuk Rasa Aliansi BEM Se Jabodetabek-Banten di bubarkan Aparat

Unjuk Rasa Aliansi BEM Se Jabodetabek-Banten di bubarkan Aparat

Foto: Ilustrasi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Unjuk rasa Aliansi Badan Eksektif Mahasiswa (BEM) se Jabodetabek dan Banten yang digelar Selasa (14/2) dibubarkan aparat kepolisian. Unjuk rasa aliansi BEM Se Jabodetabek-Banten yang digelar di depan Istana Kepresidenan, Jakarta rencananya dimulai pukul 09.00 hingga 18.00 Wib.

Dalam rilis yang diterima redaksi, massa mahasiswa tiba di Monas sekira pukul 11.30 WIB namun saat aksi unjuk rasa belum dimulai, dan mereka sedang briefing, Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Diwyono, datang menghampiri mereka dan meminta massa aksi di mundurkan hingga patung kuda.

Mahasiswa menolak, menurut mereka, aksi belum dimulai dan tidak ada yang dilanggar pada aksi hari ini. Mereka berpendapat, meski hari ini adalah masa tenang pilkada DKI Jakarta namun bukan masa tenang untuk beraspirasi. Pengadangan oleh aparat kepolisian ini berujung pada penangkapan beberapa koordinator aksi. Mereka dibawa aparat kepolisian ke Polda Metro Jaya.

Unjuk rasa ini digelar sebagai bentuk protes mahasiswa kepada Presiden Joko Widodo karena membiarkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok aktif kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta. Padahal, Ahok sudah bepredikat terdakwa dalam kasus penodaan agama.

BEM Se Jabodetabek-Banten menilai aktifnya kembali Ahok, menunjukkan bahwa hukum telah di jual untuk jabatan, kekuasaan dan digunakan untuk kepentingan golongan

“Seruan aksi. Hukum Dijual! Jabatan dan Kekuasaan, digunakan untuk kepentingan golongan! Hanya satu kata bung, lawan,” demikian rilis BEM Se Jabodetabek-Banten, yang ditandatangani Koordinator Wilayah Jabodetabek-Banten, Aliansi BEM Seluruh Indonesia, Ihsan Munawar. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.