Senin, 21 September 2020

Pilkada DKI 2 Putaran, Kecurangan Banyak Terjadi

Pilkada DKI 2 Putaran, Kecurangan Banyak Terjadi

Jakarta, Swamedium.com — Hasil hitung cepat dari berbagai lembaga survey di Pilkada DKI Jakarta memperlihatkan tidak ada pasangan calon yang meraih angka 50 persen plus 1. Sayangnya, penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta masih ditemui sejumlah pelanggaran.

Hasil Quick Count LSI dengan suara yang sudah masuk 80,29%, paslon Ahok-Djarot berhasil unggul 43,69%, disusul Anies-Sandi 39,66% dan Agus-Sylvi 16,64%.

Pollmark Indonesia merilis Anies-Sandi unggul dengan 41.06%, disusul Ahok-Djarot 40,88% dan Agus-Sylvi 18,06% dengan suara masuk 76%.

Sementara Indikator Politik Indonesia yang telah menerima 81,50% suara, menempatkan Ahok-Djarot diposisi pertama dengan 42,96% dan pasangan Anies-Sandi 39,64% di urutan ke dua dan terakhir pasangan Agus-Sylvi 17,41%.

Sayangnya, penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta kali ini ditemui banyak kecurangan, terutama adanya orang-orang yang tidak punya hak pilih ikut mencoblos. Seperti ditemui di RT 002/ RW 03, Kelurahaan Krendang Jakarta Barat. Di TPS ini ditemui ada orang yang mau mencoblos, tapi KTP dan orang yang mencoblos berbeda.

Lalu di Cengkareng Barat ditemukan adanya form C6 dipalsukan. Ada juga TPS 10 dan TPS 30, pemilih memilih dua kali dengan memakai modus sarung jari palsu.

Sementara di media sosial beredar adanya dugaan kecurangan di TPS Apartemen Kalibata.

“Selamat pagi semuanya. Baru aja kejadian ditempat aku, orang luar kota keturunan mau nyoblos bermodal surat gak jelas yg gak sesuai syarat sebagai pemilih, oleh panitia ditolak. Berita warga keturunan dari luar kota yg dikerahkan utk memilih paslon tertentu bukan hoax tapi nyata. Utk kantong2 tertentu tempat kediaman warga keturunan mungkin hal seperti ini diterima. Memang mrk menghalalkan segala cara. Mari kita waspada dan diawasi secara ketat,” tulis. Ernayati APP77 dari WAG Kampus. (*/d)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.