Sabtu, 26 September 2020

Empat Pekan Pascakebakaran Pasar Senen, Muncul Larangan Berjualan

Empat Pekan Pascakebakaran Pasar Senen, Muncul Larangan Berjualan

Jakarta, Swamedium.com — Sudah empat pekan berlalu sejak Blok I, II, dan III Pasar Senen terbakar, yaitu pada Kamis (19/1) dini hari. Kini para pedagang pakaian bekas dari ketiga blok itu berjualan di tempat penampungan sementara (TPS) serta area parkir Pasar Senen.

Pemprov DKI Jakarta sempat membolehkan sebagian pedagang pakaian bekas berjualan di pinggir jalan raya selama tidak mengganggu lalu lintas. Namun, mereka sudah tidak boleh lagi berdagang di jalan hampir dua pekan ini. Hal tersebut diutarakan salah seorang pedagang pakaian bekas yang Swamedium wawancarai, di area parkir Pasar Senen, Kamis (16/2) siang.

Pemerintah sebagai penanggung jawab Blok III hingga VI melalui PD. Pasar Jaya bekerja sama dengan PT. Pembangunan Jaya (swasta) sebagai pemilik dan pengelola Blok I dan II untuk merelokasi para pedagang dan merevitalisasi bangunan-bangunan Pasar Senen.

Sebelumnya pada Kamis (19/1), pelaksana tugas (Plt.) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan bahwa pihaknya melakukan pendataan pedagang dan mempersiapkan perelokasian agar para pedagang korban kebakaran yang berhak atas TPS itu dapat berjualan di sana. Selain itu, Pemprov membuka akses bagi para pembeli, sehingga mereka dapat menjangkau lokasi jual-beli dengan mudah.

Sumarsono menerangkan nilai asuransi bangunan yang terbakar, yang akan PT. Pembangunan Jaya terima itu sebesar Rp 116.900.000. Dana itu digunakan untuk merevitalisasi Pasar Senen.

Akan tetapi, karena keterbatasan tempat, para pedagang pakaian dan jenis dagangan yang lain itu harus berbagi tempat dan waktu berdagang dengan para pedagang kue subuh. Sumarsono mengatakan bahwa para pedagang kue subuh berjualan pada pukul 19.00 hingga 06.00 WIB, sedangkan para pedagang yang lainnya tersebut berjualan setelahnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.