Kamis, 01 Oktober 2020

Bom Waktu Kekurangan Pasokan LPG

Oleh
Jakarta, Swamedium.com — Dalam kurun waktu 10 tahun sejak konversi minyak tanah ke LPG pada 2007 konsumsi LPG bersubsidi melonjak 700 persen. Total konsumsi LPG pada tahun 2016 mencapai 7 juta Metrik Ton (MT). Dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya masih diimpor.

Pada acara Forum LPG Indonesia bulan Januari 2017, SVP Integrated Supply Chain Pertamina Daniel Purba mengatakan sebanyak 65 persen kebutuhan LPG pada 2016 dipenuhi dari impor dan pada tahun 2017 impor diperkirakan meningkat 70 persen. Menurut data dari Pertamina, konsumsi LPG bersubsidi sebesar 6,01 juta MT atau lebih hemat dari alokasi APBN perubahan 2016 sebesar 6,225 juta MT. Sedangkan konsumsi LPG Non Subsidi sebesar 790 ribu MT.

Pada 2017, pemerintah telah menetapkan alokasi LPG bersubsidi sebesar 7,096 juta MT dengan jumlah subsidi sebesar Rp20 triliun, dengan distribusi rencananya secara tertutup melalui pembelian secara non tunai. Tingginya kenaikan alokasi volume LPG bersubsidi hingga 16,7% atau lebih tinggi dari pertumbuhan konsumsi tahunan sebesar 13% menunjukkan bahwa pemerintah menjaga betul agar tidak ada kelangkaan LPG bersubsidi.

Alokasi LPG terus ditambah. Di saat yang sama, pemerintah harus mewaspadai kemungkinan terjadinya kesulitan pasokan. Ini dikarenakan produksi C3 dan C4 yang merupakan komponen LPG secara alami pada migas semakin menurun, sehingga biaya memproduksi LPG di dalam negeri melalui kilang minyak Pertamina akan semakin mahal. Alasannya, Pertamina harus melakukan cracking rantai carbon yang lebih pajang untuk mendapatkan C3 dan C4. Solusi paling mudah adalah impor LPG.

Perubahan hasil produksi migas saat ini lebih banyak didominasi gas C1 yang memiliki massa lebih ringan dan tingkat karbon lebih rendah. Celakanya negara produsen gas lainnya juga memiliki kecenderungan yang sama, yaitu produksi gas didominasi C1, sehingga pada masa yang akan datang, LPG akan menjadi barang yang sulit di cari di dunia dan harganya akan beranjak naik.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.