Kamis, 04 Juni 2020

KPU DKI Jakarta Akui Pendataan DPT Tidak Maksimal

KPU DKI Jakarta Akui Pendataan DPT Tidak Maksimal

Jakarta, Swamedium.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta telah melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Pilkada Jakarta berupa evaluasi penyelenggara, Daftar Pemilih Tetap (DPT), dan logistik Pilkada.

“Kami inventarisasi persoalan yang harus dievaluasi seperti DPT, logistik, dan hal lain yang krusial,” kata Ketua KPU Jakarta Sumarno, di Jakarta, Jumat (17/2).

Sumarno mengakui KPU DKI Jakarta kurang maksimal melakukan pendataan pemilih karena terhambat di sejumlah tempat seperti apartemen dan kawasan yang digusur. Padahal, persoalan DPT adalah hal yang krusial.

Dia juga mengeluhkan ketika petugas ingin mendata mendapatkan akses minim sehingga tidak dapat mendata DPT. Namun, ketika pemungutan suara mereka menuntut hak pilih.

“Muncul banyak Daftar Pemilih Tambahan yang berakibat pemilih yang terdaftar di DPT tidak mendapatkan akses. Di Jakarta Utara ada petugas pendataan yang digigit anjing penjaga saat mendatangi rumah untuk mendata pemilih,” katanya.

“Namun secara umum mereka sudah bekerja keras dan maksimal, hanya saja masih perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Dia berharap ketika DPT diperbaiki secara maksimal maka surat suara bisa mencukupi sehingga kalau ada petugas yang ingin mendata, calon pemilih harus membuka diri. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.