Kamis, 01 Oktober 2020

Antara Berkuda dengan Kepemimpinan

Sentul, Swamedium.com — Berkuda adalah sebuah analogi untuk kecakapan dalam hal memimpin. Seorang yang menunggangi kuda, harus memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengendalikannya.

Secara alamiah, kuda adalah makhluk yang sangat kuat dan liar. Penunggang kuda, dituntut untuk mampu menaklukkan kekuatan dan keliaraan sang kuda tersebut. Jika tidak, si penunggang bisa celaka dan tidak akan selamat dari kekuatan dan keliaran si kuda.

Dalam kehidupan nyata, seorang pemimpin, pun pasti dihadapkan dengan kekuatan dan keliaran, yang berasal dari komunitas yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus mampu mengatasi itu semua. Dengan kecakapan dan kearifannya, ia bisa menaklukkan semua kekuatan tersebut dan merubahnya menjadi kekuatan bersama yang tentunya didahului dengan menjinakkan segala keliaran tersebut.

Menjinakkan kuda, tidak bisa dengan kekerasan, harus dengan kelembutan dan kasih sayang. Jika sudah jinak, kuda akan menjadi makhluk paling setia kepada tuannya. Begitu juga dalam hal memimpin. Seorang pemimpin harus mampu “menjinakkan” yang dipimpinnya. Dia harus mampu mengambil simpati dan cinta mereka. Caranya, tidak dengan kekerasan, tapi dengan kelembutan dan kasih sayang. Pemimpin yang disayangi dan dicintai, akan bisa membawa yang dipimpinnya ke gerbang kesuksesan dan kemakmuran.

Tidak ada salahnya mengajarkan kemampuan “berkuda” sejak dini, karena kita menyiapkan generasi penerus untuk menjadi seorang pemimpin yang tangguh dan dicintai, baik untuk keluarga, bangsa, negada dan agamanya. (*)

sumber: asci
foto: ilustrasi, saat Prabowo, Ketua Umum Partai Gerindra mengajak Presiden RI Joko Widodo berkuda. foto sindonews

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.