Sabtu, 17 April 2021

Akan Dibangun Apartemen di Lokasi Kebakaran Pasar Senen yang Berbeda dengan Rumah Susun

Akan Dibangun Apartemen di Lokasi Kebakaran Pasar Senen yang Berbeda dengan Rumah Susun

Jakarta, Swamedium.com — Menurut pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, di Balai Kota, Selasa (14/2), hunian berbentuk apartemen akan dibangun di Blok I dan II Pasar Senen yang terbakar habis pada Kamis, 19 Januari lalu.

Banner Iklan Swamedium

Saefullah mengatakan bahwa apartemen itu akan dibangun seperti rumah susun (rusun) di Pasar Rumput dan rusun di Pasar Minggu yang terintegrasi dengan pasar.

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu menyatakan apartemen itu berbeda dengan rusun di kedua pasar tersebut. Apartemen Pasar Senen diutamakan untuk penghuni rusun yang ingin menempati hunian yang lebih bagus. Selain itu, penduduk DKI pun berpeluang untuk menyewa unit apartemen. Namun, nilai sewanya masih belum ditentukan.

Apartemen Pasar Senen akan dibangun di Blok I dan II oleh PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama, anak perusahaan PT. Pembangunan Jaya (pemilik dan pengelola Blok I dan II Pasar Senen). Menurut presiden direktur PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Sutopo Kristanto, relokasi para pedagang ke tempat penampungan sementara (TPS) akan selesai pada 10 Maret 2017.

Rusun di Pasar Rumput akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), lalu akan dikelola oleh PD. Pasar Jaya setelah rampung.

Konsepnya, tiga lantai pertama setiap bangunan dijadikan pasar, sedangkan rusun sewa (rusunawa) terletak di atasnya. Rusunawa tingkat tinggi itu akan dibangun hingga 24 lantai.

Sementara itu, rusunawa tingkat tinggi Pasar Minggu terdiri dari tiga menara, dua menara setinggi 23 lantai, sedangkan satu menara 17 lantai.

Menurut penjelasan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin, Rabu (8/2), Luas keseluruhan bangunan rusunawa tingkat tinggi Pasar Minggu ialah 100.973 m². Jumlah hunian sebanyak 1.274 unit, mampu menampung 5.096 orang.

Saat terdakwa penista agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, masih menjadi wakil gubernur, ia mengatakan pada Selasa, 10 Desember 2013 bahwa tanggung jawab pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta hanyalah menyediakan orang untuk membangun TPS bagi para pedagang selama pembangunan rusunawa berlangsung di kedua pasar tersebut.

Sedangkan, urusan penyediaan dana dan pembangunan rusun merupakan tanggung jawab Kementerian PUPR, katanya saat itu. Dana yang dianggarkan untuk pembangunan rusun di kedua pasar itu adalah 1,2 triliun rupiah.

Pemprov menjanjikan bahwa rusunawa itu diperuntukkan bagi para warga Jakarta yang rumahnya digusur karena proyek di sepanjang Kali Ciliwung. Belum juga rusunawa dibangun, mereka sudah telantar tanpa kejelasan tempat tinggal yang layak.

Pembangunan semua rusunawa itu memiliki kendala berarti seperti yang telah disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, Ika Lestari, Ahad, 6 Maret 2016, yakni koordinasi antara pemprov dengan pemerintah pusat. Selain itu, pembebasan lahan pembangunan masih belum rampung juga hingga saat ini. Padahal, proyek itu sudah direncanakan beberapa tahun yang lalu.

Dalam kunjungannya ke Pasar Minggu, Rabu (8/2), Syarif menyesalkan kenyataan bahwa lahan pembangunan rusunawa tingkat tinggi Pasar Minggu yang akan dibangun oleh PT. Adhi Karya masih belum tersedia, padahal itu tanggung jawab pemprov.

Para pedagang dan toko pakaian Robinson masih tetap berniaga. Bahkan, Terminal Pasar Minggu yang rencananya menjadi TPS para pedagang pun masih aktif beroperasi. Syarif kecewa dan mengancam bahwa pihaknya akan membatalkan kontrak kerja sama itu.

Keterangan foto: Lokasi kebakaran Pasar Senen (16/2) yang akan dibangun apartemen oleh pihak swasta. Sementara itu, para pedagang masih harus berjualan di tempat penampungan sementara yang belum rampung pula serta di area parkir Pasar Senen. (*/RRP)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita