Rabu, 20 Oktober 2021

Dukung Muslim atas Diskriminasi Rezim Trump, Warga AS Memadati Times Square

Dukung Muslim atas Diskriminasi Rezim Trump, Warga AS Memadati Times Square

New York, Swamedium.com — Gerakan I am a Muslim too mengadakan aksi Today, I am a Muslim too di kawasan Times Square, Kota New York, Amerika Serikat (AS) pada Ahad (19/2) mulai pukul 12 PM (siang) waktu setempat (Senin, 20 Februari, pukul 00.00 WIB).

Banner Iklan Swamedium

Today, I am a Muslim too merupakan Hari Solidaritas terhadap seluruh Muslim AS atas diskriminasi rezim Trump. Aksi yang mendukung persamaan dan toleransi bagi Muslim AS ini memenuhi Jalan 48th dan Jalan Broadway, berpusat di Times Square, Kota New York.

Gerakan ini didukung oleh Imam Shamsi Ali (tokoh Muslim New York asal Sulawesi, Indonesia), Russell Simmons (produser musik, ketua Foundation for Ethnic Understanding, FfEU), rabi Marc Schneier (tokoh yahudi, pendiri dan presiden FfEU), Daisy Khan (direktur eksekutif Women’s Islamic Iniative for Spirituality and Equality, WISE), Linda Sarsour (aktivis AS berkebangsaan Palestina, direktur eksekutif Arab American Association of New York), dan tokoh-tokoh yang lainnya.

“Kita berada di sini untuk melakukan perubahan dan menggiatkan persatuan,” ujar Russell Simmons yang memiliki nickname uncle Rush.

Linda Sarsour yang lahir dan besar di Brooklyn, New York, mengungkapkan kebanggaannya sebagai seorang Muslim. Ia tidak menyesal menjadi Muslim. Ia mengajak seluruh warga New York agar mendukung dan hidup bersama para Muslim.

Linda menyatakan ketidaktakutannya karena ketakutan hanyalah pilihan, dan meminta mereka agar memilih keberanian. Ia berkomitmen di hadapan hadirin bahwa ia akan tetap menyuarakan aspirasinya kapan pun dan di mana saja.

Sanford Rubenstein, pengacara New York, mengatakan dalam pidatonya, “Hari ini kita semua adalah Muslim. Hak-hak para imigran merupakan suatu persoalan hak sipil yang penting pada era ini. Tetap semangat!”

Brad Lander, anggota dewan Kota New York dari Partai Demokrat (PD) AS, mengutip ucapan Toni Morisson (novelis AS, editor, profesor emeritus Universitas Princeton), “Fungsi kebebasan ialah membebaskan orang lain.”

Robert Carroll, anggota dewan Negara Bagian New York dari Distrik 44th, mengenang perkataan Presiden AS ke-35, John Fitzgerald Kennedy (JFK), “Memperlakukan suatu keyakinan adalah memperlakukan semua keyakinan.”

“Donald Trump telah menyerang kita semua selama 16 bulan. Dan saya bangga hadir di sini pada hari ini untuk mengatakan bahwa saya pun seorang Muslim. Dan saya tahu kalian dengan baik, saya tahu bahwa kalian semua juga Muslim apa pun yang akan terjadi pada esok hari dan hari-hari berikutnya,” kata politikus PD itu.

Bill de Blasio, Wali Kota New York, berpidato, “Jangan hiraukan latar belakang kalian, keyakinan kalian, atau di mana tempat lahir kalian. Ini adalah kota kalian semua.”

Ribuan warga AS dari berbagai latar belakang bangsa, ras, agama, keyakinan, sosial, budaya, dan ekonomi berkumpul di Times Square, sebuah lokasi yang monumental di persimpangan Jalan Broadway–Jalan 7th Avenue dan Jalan 42nd–47th di Kota Madya Manhattan, Kota New York, AS. Mereka bersama-sama Muslim AS menentang aturan eksekutif rezim Trump tentang keimigrasian.

Aksi berakhir dengan tertib sekitar pukul 4 sore waktu setempat. Sebelumnya pada 2010, Today, I am a Muslim too pernah diadakan untuk meredam Islamofobia yang masih marak pascainsiden 9/11. Saat itu 5.000 orang berpartisipasi dalam aksi tersebut. (ais)

foto: ist.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita