Kamis, 04 Juni 2020

Diputus Bersalah KPPU, Yamaha Ajukan Keberatan

Diputus Bersalah KPPU, Yamaha Ajukan Keberatan

Jakarta, Swamedium.com — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan Yamaha dan Honda bersalah melakukan praktik kartel dalam Industri Sepeda Motor Jenis Skuter Matik (Skutik).

KPPU menjatuhkan sanksi administratif berupa denda pada Yamaha sebesar Rp 25 miliar dan Honda sebesar Rp 22,5 miliar. Dalam kasus ini, terlapor I adalah PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), sementara terlapor II adalah PT Astra Honda Motor (AHM).

Menanggapi putusan tersebut, kuasa hukum YIMM, Rikrik Rizkiyana dari Assegaf Hamzah & Rekan mengatakan bahwa kliennya akan mengajukan keberatan.

“Sesuai prosedur, keberatan ini akan diajukan melalui pengadilan negeri, 14 hari setelah salinan putusan KPPU diterima klien kami,” ujar Rikrik di Jakarta, Selasa (21/2).

Rikrik mengutarakan, kliennya menilai pengambilan data KPPU dianggap tidak sesuai prosedur. Ia bahkan menduga data yang digunakan KPPU kemungkinan dimanipulasi.

Dia menambahkan, dalam proses hukum selanjutnya, YIMM akan menyampaikan data versinya sendiri.

“Data saat sidak penggeledahan tidak bisa kami pertanggung jawabkan karena diambil tidak dalam proses resmi,” katanya.

Namun dengan adanya keputusan KPPU hari ini, kliennya akan tetap mempelajari dan mendiskusikan terlebih dahulu putusan tersebut.

“Kita lihat putusannya apakah ada hal-hal lain yang fatal. Kami akan lihat delik-delik dari KPPU, termasuk denda maksimum Rp 25 miliar,” tutupnya. (ls)

Foto: ist

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.