Senin, 21 September 2020

Ulama NU Miftachul Akhyar Sebut Ahok Sesatkan Umat Islam Lewat Pidatonya

Ulama NU Miftachul Akhyar Sebut Ahok Sesatkan Umat Islam Lewat Pidatonya

Jakarta, Swamedium.com — Saksi ahli agama dari Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)‎, Miftachul Akhyar menegaskan adanya indikasi penyesatan umat, dalam kalimat yang diucapkan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal itu diungkapkan dalam sidang lanjutan kasus penistaan agama di Auditoriom Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/2).

Menurut Miftachul, ada penyesatan terhadap umat Islam dalam pidato Basuki saat kunjungan kerja di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 lalu. Penyesatan itu ada
pada kalimat “dibohongi pakai surat al-Maidah ayat 51″ yang diucapkan Ahok.

Padahal menurut Miftachul ayat tersebut biasanya disampaikan oleh para ulama.

“Ada indikasi penyesatan umat. Jadi itu ada arti penyesatan terhadap umat. Orang yang sudah percaya, diajak jangan percaya terhadap ayat ini. Semula yang beriman menjadi tidak beriman dan meyakini,” katanya.

Yang disayangkan oleh Wakil Rais Aam PB NU itu adalah Ahok bukan merupakan orang Islam, tapi dia berani menafsirkan sendiri isi dari Alquran. Padahal, orang Islam pun tidak boleh sembarangan menafsirkan isi dari Alquran. “Hanya ahli agama saja yang boleh menafsirkan. Itu pun, masih bisa diperdebatkan,” ucapnya.

Dugaan menista agama makin jelas saat dia menyebutkan kata ‘dibohongi’ pakai surat al-Maidah ayat 51. “Di bagian itu sudah masuk penistaan agama. Karena menganggap al-Maidah itu seakan-akan membohongi,” tambah Miftachul lagi. (*d)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.