Minggu, 24 Januari 2021

Ini Catatan Lengkap Aksi 212 Jilid II

Ini Catatan Lengkap Aksi 212 Jilid II

Jakarta, Swamedium.com — Aksi 212 jilid dua telah digelar Selasa kemarin (21/2). Beberapa hasil pertemuan sudah dipublikasikan ke masyarakat.

Banner Iklan Swamedium

Dari rilis Forum Umat Islam (FUI) yang diterima, berikut catatan lengkap seputar jalannya Aksi 212 jilid dua:

Pada pukul. 10.30 – 12.22 WIB, sebanyak 20 perwakilan massa aksi 212 yang dipimpin oleh M. Al-Khathath diterima oleh Pimpinan dan Anggota Komisi III DPR RI di ruang Komisi III DPR RI. 20 perwakilan yang diterima Komisi III DPR RI sbb :

1. Ust. Muhammad Al Khatthat (Sekjen FUI)
2. Usama Hysab (Ketum Parmusi)
3. Sholeh Khalid (Kahmi)
4. M. Umar Syaid (Ketua FUI Sumsel).
5. H. Sholihin Hasibuan (Palembang)
6. Ibu Syamsidar (Aisyah)
7. Beny Pramula (Muhammadiyah)
8. Zainuddin (BEM SI)
9. M. Rusli Kamal Siregar (Jambi)
10. KH. Jaffar Siddik (Pembina Aliansi Ulama Madura)
11. Fikri Bareno (Pimpinan Ormas Iftihadiyah)
12. Abbas Thaha (GMJ)
13. Abdul Azam (Bogor)
14. H. M. Yazid Salman
15. Khusnul (UIN)
16. Abdullah al Hadad (Jatim)
17. Khotibul Umam (Surakarta)
18. Surya Abdul Lubis (Medan)
19. Amrizal Munir (DPP IPI Jambi)
20. Nurdiyati Atma (Ketua Pimpinan Pusat Forum Silaturahim antar Pengajian/PP FORSAP)

Rombongan diterima oleh Pimpinan dan Anggota Komisi III DPR RI yaitu antara lain:

1. Bambang Soesatyo (Ketua Komisi III DPR RI)
2. Trimedya Panjaitan (Wakil Ketua Komisi III DPR RI/PDIP)
3. Mulfachri Harahap (Wakil Ketua Komisi III DPR RI/PAN)
4. Aboe Bakar Al-Habsyi (Anggota Komisi III DPR RI/PKS)
5. Risa Masriska (Anggota Komisi III/PDIP)
6. Masinton Pasaribu (Anggota Komisi III/PDIP)
7. Dwi Ria Latifah (Anggota Komisi III/PDIP)
8. M. Syafii (Anggota Komisi III/Gerindra)
9. Arsul Sani (Anggota Komisi III/PPP)
10. Akbar Faishal (Anggota Komisi III/ Nasdem)
11. Didi Mukrianto (Anggota Komisi III DPR RI/Demokrat)
12. Jazilul Fawaid (Anggota Komisi III DPR RI/PKB)

M. Al- Khathath mengatakan antara lain :
Kami dari kesatuan aksi dari berbagai ormas Islam, komunitas Islam yang ada di negeri ini. Kami membawa massa yang cukup besar di depan DPR, meskipun cuaca hujan tetapi tidak menyurutkan semangat kami.

Keadilan dan penegakan hukum di Indonesia. Mudah-mudahan Komisi III masih berfungsi dalam rangka menegakkan keadilan di Indonesia. Kedatangan kami dengan membawa massa adalah bentuk kepedulian kami yang tidak henti-hentinya sampai hukum ditegakkan.

Kami minta Komisi III berperan aktif untuk melaksanakan UU yang dibuat oleh DPR. Penegakan hukum harus dikawal oleh komisi III, dan terdakwa Ahok.harus segera dinonaktifkan.

Kami juga meminta Komisi III dan DPR secara umum, agar terdakwa kasus penistaan agama yang di pengadikan dalam proses hukum tidak ditahan, ini membuka peluang bagi terdakwa untuk mengulangi perbuatannya, dan ini terbukti, dalam youtube dia mengatakan akan memasang wifi yang namanya adalah Al Maidah 51 dan password kafir, sambil tertawa cekikikan. Ini penghinaan bagi umat Islam.

Kami minta Komisi III untuk mendesak Mahkamah Agung agar terdakwa segera ditahan. Kami berharap nantinya terdakwa dihukum maksimal, tetapi ini memang domain pengadilan.

Kami melihat adanya upaya kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam usai aksi di Istiqlal, padahal acara itu berlangsung damai dan kondusif. Bahkan Presiden hadir dalam acara tersebut. Tetapi terdapat kriminalisasi terhadap Habib Rizieq Syihab yang langsung ditimpa 12 perkara.

Juga terhadap Ustadz Bachtiar Nasir soal rekening infaq, kenapa bisa dikenakan tindakan pidana pencucian uang. Kami malah diperiksa oleh PPATK karena ada tuduhan aliran uang besar dari Cikeas sejumlah 10 milyar rupiah. Kemudian juga mengenai tindakan represif terhadap penangkapan mahasiswa.

Usamah Hisyam mengatakan antara lain :
Kami yang datang dari daerah menggunakan logistik sendiri dengan semangat jihad fisabilillah. Kami datang tidak ada yang menginstruksikan. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa ini adalah aksi politik, itu tidak benar. Ini adalah aksi bela Al-Quran. Kami menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama dihukum.

Kami harapkan komisi III dapat menggunakan hak menyatakan pendapat terhadap Presiden. Setelah kami melakukan aksi berkali-kali tidak ada tindak lanjut dari eksekutif. Selama Ahok tidak dipenjara, maka umat Islam tidak akan berhenti melakukan aksi. Ini harus menjadi catatan penting.

Umat Islam bisa tenang, dan kami minta jangan ada tuduhan bahwa Umat Islam tidak toleran. Mengapa satu orang penista agama ini tidak ditindak secara tegas, ada apa? Ini perlu diinvestigasi oleh Komisi III. Kasus ini sudah ada yurisprudensinya, seperti kasus Abdullah Puteh dan Ratu Atut. Oleh karena itu Komisi III harus bersikap.

Kami minta Komisi III untuk menyampaikan kepada pihak Kepolisian, janganlah kepolisian menjadi alat kekuasaan tetapi betul-betul menjadi alat penegakan hukum. Kemudian soal penangkapan mahasiswa, ini juga menjadi perhatian kami.

Zainudin mengatakan antara lain :
Tidak ada kata libur ketika kami menyampaikan pendapat. Ketika kami ditangkap, maka itu polisi yang melakukan pelanggaran. Kami tidak hanya ditangkap tetapi dipukuli. Kami akan aksi tanpa henti, sampai kriminalisasi. Kami siap menumbangkan rezim pemerintahan jika aspirasi kami tidak ditindaklanjuti. Dunia internasional pasti mendukung.

Abbas Thaha mengatakan antara lain :
Uang Anggota DPR yang dipakai untuk makan sehari-hari adalah dari pajak rakyat. Semua agama mengajarkan kebaikan. Bukalah pintu hati anda. Penuhilah aspirasi kami. Tegakkan keadilan. Lihatlah sekarang, siapa yang menguasai ekonomi.

Ibu Syamsidar mengatakan antara lain :
Hari ini kami ingin mendapatkan kepastian bahwa Komisi III berpihak kepada rakyat. Kami juga ingin agar Komisi III mau menemui massa di depan untuk memberikan kepastian itu. Umat Islam telah memberikan peran yang banyak terhadap kemerdekaan. Aspirasi masyarakat harus didengar. Kami tidak ingin lagi ada kriminalisasi terhadap siapapun.

Tanggapan Komisi III DPR RI:

Bambang Soesatyo (Golkar) mengatakan antara lain :
Segala tuntutan masyarakat akan diakomodir oleh fraksi-fraksi. Sudah ada anggota sekitar 90 DPR yang menandatangani hak angket dan keputusannya nanti ada di Paripurna. Mekanisme Hak Menyatakan Pendapat (HMP) bisa dilakukan jika hak angket sudah dilalui. HMP akan sangat bergantung pada cuaca politik.

Dwi Ria Latifah (PDIP) mengatakan antara lain :
Ketika ada persoalan, tentu harus dicarikan solusi terbaik. Apa solusi yang terbaik untuk kepentingan rakyat. Hak angket akan dibawa ke paripurna. Harus diikuti proses demokrasinya. Banyak sekali permohonan dan tekanan terkait penegakan hukum.

Ketika suatu proses hukum sedang berjalan, tentu tidak ada yang boleh mengintervensi proses hukum. Harus ada pengawasan bersama. Ketika ada yang meminta Komisi III untuk menahan seseorang, itu adalah bagian yang tidak bisa dilakukan, karena itu adalah intervensi. Kalau memang dia harus dihukum, maka harus dihukum.

Memang partai kami mendukung Ahok. Kalau bicara hukum, tunggu proses hukum sampai inkracht. Kalau ada ucapan, “kalau tidak dihukum maka kami akan..”, itu tidak dibenarkan, dan itu merupakan tekanan. Apabila nanti terjadi hukum rimba, akan dibawa kemana bangsa ini? Kita harus hargai proses hukum. Kami akan rapat kerja dengan Kapolri, tentu persoalan ini akan kami tanyakan kepada Kapolri, terkait proses hukumnya.

Didi Mukrianto (Demokrat) mengatakan antara lain :
Kami terus melawan tuduhan-tuduhan keji yang dialamatkan kepada Ketua Umum kami Pak SBY. Kami tidak terima dan kami akan terus melawan untuk memperjuangkan keadilan, meskipun tidak mudah.

Kami tentu ingin menegakkan hukum tetapi sesuai koridor dan aturan main yang ada. Beberapa aspirasi yang disampaikan, kamipun ingin menyuarakan itu, dan aspirasi itu harus diuji secara utuh dan transparan oleh penegak hukum kita.

Polri harus berdiri pada garis kebenaran. Polri harus menjadi garda terdepan untuk membuktikan segala persoalan yang ada. Penegakan hukum harus dikawal bersama, agar penegakan hukum dijalankan tanpa pandang bulu.

Aboe Bakar Al-Habsyi (PKS) mengatakan antara lain :
DPR adalah rumah kita semua. Kami juga berjuang. Perjuangan mereka sudah cukup lama, dan pengorbanan para ulama sudah sangat besar. Sebenarnya temanya sederhana, hanya persoalan penistaan agama oleh Ahok.

Ahok baru dijadikan tersangka setelah di demo pada 411. Setiap kasus penistaan selalu ditangkap dan ditahan, kecuali yang satu ini (Ahok). Ketika Ahok menjadi terdakwa, Ahok tidak juga diberhentikan. Makanya empat fraksi menyatakan hak angket.

Kita sangat mengerti kalau publik memandang bahwa ada kriminalisasi pada para ulama. Kriminalisasi ini terlalu nampak. Soal tuduhan pecucian uang, itu juga berlebihan, sehingga publik kemudian membandingkan dengan dana di Teman Ahok. Jangan sampai hukum tumpul ke Ahok, tajam ke ulama.

Hak angket sudah kami ajukan dan itu sudah paling maksimal. Yang penting kami sudah berbuat, Allah yang nanti akan menentukan. Kita punya aturan main di DPR.

M. Syafii (Gerindra) mengatakan antara lain :
Melalui pengamatan saya, gerakan-gerakan dari para ulama ini, lebih bersifat sesuatu yang sangat bersahabat. Kami mengapresiasi para ulama yang masih setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Bohong kalau ada yang mengatakan bahwa tidak ada kriminalisasi. Bahkan ada anggapan bahwa siapapun yang memusuhi Ahok, adalah musuh negara.

Kita harus terus mengawal bahwa negara ini adalah negara hukum. Mata kami tidak tertutup untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Jazilul Fawaid (PKB) mengatakan :
Kami ingin agar Pimpinan Komisi III bisa menyampaikan aspirasi para ulama ini kepada Pimpinan DPR RI. Perlu kita kawal agar penegak hukum bisa secara obyektif dalam menjalankan tugasnya.

Arsul Sani (PPP) mengatakan :
Aspirasi ini merupakan satu amanah. Mari Komisi III, kita perlu satu kata, satu perbuatan dan satu sikap. Sikap kami di PPP sudah jelas bahwa Ahok harus diberhentikan terlebih dahulu. Soal angket, kami akan dengarkan dulu penjelasan dari pengusul angket. Hak angket bukan sesuatu yang haram untuk dipergunakan, karena dijamin oleh UU MD3.

Akbar Faisal (Nasdem) mengatakan antara lain :
Apa yang dirasakan oleh para ulama juga kami rasakan. Nasdem secara politik adalah pendukung Ahok. Kami tidak terbiasa bermain abu-abu. Tetapi hal-hal yang berkaitan dengan hukum, saya akan berjuang bahwa hukum harus ditegakkan. Kami sebagai anggota DPR telah disumpah untuk itu. Aspirasi ini harus didengarkan. Menyangkut angket, kami menolak angket karena tidak cukup alasan untuk itu. Angket Ahok bukan di DPR tempatnya, tetapi di DPRD.

Bambang Soesatyo (Golkar) mengatakan :
Aspirasi ini akan segera kami sampaikan kepada Pemerintah melalui Pimpinan DPR.mBesok kami rapat dengan Kapolri dan aspirasi juga akan kami sampaikan. Intinya Kami sudah mendengar aspirasi ini.

Al-Khathath mengatakan :
Kami ingin Pimpinan Komisi III bisa menemui massa di depan.

Pkl. 12.22 audiensi selesai. Perwakilan kembali ke massa aksi di depan DPR. Situasi kondusif.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita