Sunday, 23 February 2020

Ini Penjelasan Kapolri Kepada Komisi III DPR

Ini Penjelasan Kapolri Kepada Komisi III DPR

Foto: Saat Aksi 212 jilid dua pada 21 Februari 2017 di depan Gedung DPR/MPR. (jurnalis warga/swamedium.com)

Jakarta, Swamedium.com — Komisi III DPR RI, Rabu (22/2) menggelar rapat kerja dengan Kapolri Tito Karnavian, sebagai kelanjutan aspirasi aksi 212 Jilid dua Selasa kemarin.

Tito diminta penjelasannya tentang kasus kriminalisasi terhadap ulama di hadapan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta. Dia memaparkan penanganan Kasus Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dan Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir.

Tito menerangkan, bahwa kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang kemudian menjadi bahan penyelidikan kepolisian.

“Sekali lagi ini adalah laporan dari masyarakat. Kalau ada laporan Polri tentu menindaklanjuti,” kata Tito dalam rapat kerja.

Tito menjabarkan, Pertama Habib Rizieq dijerat dugaan kasus penghinaan Pancasila versi presiden pertama RI Soekarno dan yang melaporkan adalah Sukmawati Soekarnoputri, dan kasus ini masih ditangani oleh Polda Jabar.

Kedua, sambung Tito, Habib Rizieq dijerat dugaan kasus penyebutan lambang palu arit dalam uang Rupiah yang diterbitkan Bank Indonesia dan yang melaporkan adalah masyarakat. Kasus ini masih dalam proses oleh Polda Metro Jaya dan memasuki pemanggilan saksi termasuk desainer pembuat uang.

Kemudian, kasus penistaan agama yang menjerat Habib Rizieq berawal dari laporan organisasi mahasiswa Persatuan Mahasiswa Kristen Indonesia. Kasus ini, kata Tito masih didalami dan sudah memasuki proses pemeriksaan ahli bahasa, ahli pidana, dan juga tengah berkoordinasi dengan MUI.

“Setelah itu, baru diketahui apakah dilanjutkan ke penyidikan atau tidak,” jelas Tito.

Selanjutnya, soal ujaran kebencian yang dilakukan Habib Rizieq terhadap kelompok Pertahanan Sipil. Atas hal itu, Habib Rizieq dilaporkan oleh kelompok Hansip ke Polda Metro Jaya. Tidak hanya itu, kasus ini juga dilaporkan ke Polisi di daerah Kalimantan dan Sumatera Selatan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.