Kamis, 24 September 2020

Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi PNS Terkendala Anggaran

Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi PNS Terkendala Anggaran

Jakarta, Swamedium.com — Pemerintah kini di minta lebih memperhatikan tenaga kerja honorer yang sudah bekerja lama. Baik sebagai guru maupun tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Anggaran yang di butuhkan untuk mengangkat tenaga kerja honorer sekitar Rp.23 triliun. Hal tersebut di ungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria dalam forum legislasi ‘Politiskah RUU Aparatur Sipil Negara (ASN)’ bersama Komisioner ASN Waluyo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2).

“Pemerintah saat ini sedang menghadapi kesulitan keuangan. Karena itu meski Presiden Jokowi pernah berjanji akan mengangkat tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS), tapi sampai hari ini belum ada yang diangkat jadi PNS. Disamping birokrasi yang harus dibenahi,” ujar Riza.

Bahkan kata Riza, daerah otonomi baru (DOB) dibatalkan karena kesulitan keuangan tersebut. Menurutnya, selama ini tenaga honorer sudah bekerja dengan baik. Hingga saat ini mereka masih bekerja, hal ini berarti mereka masih dibutuhkan.

“Saat ini mereka masih digaji antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Karena itu sebaiknya diangkat dulu sebagai status PNS, soal gaji bisa bertahap. Yang dibutuhkan mereka adalah status,” ungkapnya.

Mengenai unsur politis dari revisi UU ASN, politisi Gerindra ini berpendapat,”Apakah Revisi UU ASN ini politis atau tidak, kalian (wartawan) sendiri yang bisa menilai,” ujarnya.

Sebelumnya, para wakil rakyat dari Komisi II DPR RI telah mengajukan usul inisiatif untuk merevisi Undang-undang ASN. Salah satu poin di dalamnya adalah pengangkatan tenaga honorer dan PTT menjadi PNS. (jm/ls)

Related posts

1 Comment

  1. yudi kuncoro

    terkendala anggaran mulu alasannya, sy dah memperhatikan lama yg bermain di tenaga honorer ini hanya fraksi PDIP saja, gak ada fraksi lainnya yg melirik gitu ?

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.