Sabtu, 12 September 2020

Kasih Sayang yang Menyembuhkan

Kasih Sayang yang Menyembuhkan

Jakarta, Swamedium.com — Dalam beberapa hari ini saya merawat seorang pasien yang cukup menarik perhatian saya. Ada pembelajaran yang bisa saya petik dari pasien itu, terutama adalah bagaimana peranan dan pentingnya sentuhan, kasih-sayang terhadap proses penyembuhan penyakit seseorang.

Pasien lelaki, umur 35 Tahun, dirawat sejak satu minggu lalu karena kelainan jantung. Pasien mengeluh sesak nafas, tidak hanya pada waktu aktifitas, dalam keadaan berbaringpun sudah sesak, yang dalam beberapa minggu terakhir bertambah berat. Tekanan darah pasien tidak stabil, denyut nadi juga sangat cepat, disamping itu pasien mengeluh tidak bisa tidur, kelhatan gelisah.

Setelah beberapa hari perawatan, perkembangan penyakit pasien belum menunjukkan perbaikan, kemudian pasien dirawat di ruang ICU. Setelah dua hari dirawat di ICU pasien malah mengalami syok kardiogenik. Hari ke tiga perawatan di ICU, pagi hari waktu visite, saya lihat seseorang duduk di atas kursi di samping tempat tidur pasien. Tanpa merasa tergangu dengan kedatangan saya, dia memotong kuku-kuku pasien yang kelihatannya memang sudah panjang. Waktu saya tanya siapa dia, saya kira istri pasien, ternya tidak, dia adalah adik pasien yang baru datang tadi malam dari luar kota.

Saya sangat terkesan dengan cara dia mendampingi kakaknya yang sedang sakit itu. Dengan penuh kasih sayang dia potong kuku-kuku kakaknya yang sedang terbaring sakit. Menurut perawat yang jaga, sejak dia datang, dia selalu di dekat kakaknya yang sakit, dia tidak banyak bicara, menangispun tidak. Dia usap, bersihkan dan sisir rambut kakaknya, dia lap mukanya, dia pijit kepala, pundak, kaki, dan tangannya. Bahkan Waktu tertidurpun dia tetap memegang tangan kakaknya .

Tidak berapa lama setelah adik pasien datang, menurut perawat, keadaan pasien tiba-tiba membaik, tekanan darah, denyut nadi normal, pasien tidak lagi mengeluh sesak, dan pasienpun bisa tidur sangat pulas. Waktu saya periksa keadan pasien memang demikian. Saya heran, pasien dapat membaik di luar dugaan saya sebelumnya. Dalam hati saya bergumam, “ini dia kebesaran Allah,” dengan sentuhan kasih sayang yang diberikan adiknya, dengan sikap yang ditunjukkannya, sang kakak kelihatannya mulai membaik

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.