Jumat, 25 September 2020

Kasus Infaq GNPF MUI, Polri Telah Lampaui Batas

Kasus Infaq GNPF MUI, Polri Telah Lampaui Batas

Jakarta, Swamedium.com — Langkah kepolisian menjerat beberapa pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dengan beberapa kasus mengundang reaksi keras dari beberapa tokoh.

Cendekiawan muslim yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin berpendapat perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam pengelolaan dana infaq GNPF MUI sengaja dimunculkan untuk menjerat Ustaz Bachtiar Nashir. Menurut dia, polisi sudah kebablasan, memasuki ranah ajaran agama Islam.

“Saya sangat menyayangkan langkah-langkah dari Polri yang mempersoalkan uang infaq dari umat Islam kepada GNPF MUI. Saya betul-betul terusik hati ketika ada aktivis muslim, lembaga Islam dipersoalkan,” ujar Din di Jakarta, Kamis (23/2).

Dia menuturkan, Polri telah menunjukkan ketidakadilan dalam kasus ini.

“Itu berlebihan, out of context dan hanya menunjukan ketidakadilan. Betapa banyak kasus-kasus seperti itu namun tidak dipersoalkan,” imbuhnya.

“Tentu bukan kewenangannya. Itu sudah memasuki wilayah keberagamaan. zakat, infaq, sedekah adalah ajaran agama,” kata Din lagi.

Menurutnya, Polri telah melampaui batas dalam kewenangannya sebagai penegak hukum.

“Saya rasa Polri melampaui batas dalam hal ini. Saya berharap itu tidak dilanjutkan oleh Polri. Kalau mau bongkar, bongkar semuanya. Jangan pilih-pilih. Ini bentuk ketidakadilan yang nyata, kalau sumbangan dari umat Islam kepada kegiatan-kegiatan Islam itu dipersoalkan. Mana ada aturan zakat itu harus diperiksa. Saya berharap kepada Polri tidak menambah sesak hati dada umat Islam. Ini adalah contoh ketidakadilan,” pungkasnya. (ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.