Kamis, 01 Oktober 2020

Mediator PBB: Bentuk Pemerintahan Baru Suriah

Mediator PBB: Bentuk Pemerintahan Baru Suriah

Jenewa, Swamedium.com — Mediator PBB untuk membicarakan perang di Suriah, Staffan de Mistura, mengecilkan harapan untuk kemajuan penting menjelang perundingan yang direncanakan di kota Jenewa Swiss.

“Apakah saya mengharapkan terobosan? Tidak, saya tidak mengharapkan terobosan,” katanya kepada wartawan di markas PBB, Rabu (22/02), sehari sebelum dimulainya babak keempat pembicaraan yang ditujukan untuk mencari solusi politik bagi konflik Suriah yang berkepanjangan,” lansir Aljazeera.

Meskipun pembicaraan Jenewa dipandang sebagai upaya diplomatik yang paling serius dibanding sebelumnya, perselisihan agenda dan perbedaan pendapat antara oposisi dan rezim Assad mengenai masa depan Suriah membuatnya ragu apakah kemajuan akan dapat dicapai.

De Mistura mengatakan ia bertekad untuk mempertahankan “momentum yang sangat pro-aktif” untuk melakukan diskusi politik membahas pemerintahan baru, konstitusi baru dan pemilihan di bawah pengawasan PBB, berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254.

Namun dalam beberapa hari terakhir mediator PBB itu menghindar dari menggunakan frase “transisi politik” untuk menggambarkan tujuan dari pembicaraan. “Transisi politik” adalah istilah yang digunakan pihak oposisi Suriah dengan meniadakan Bashar al-Assad.

Selama negosiasi yang dipimpin PBB putaran sebelumnya, pemerintah Suriah menolak membahas nasib Assad – masalah utama pertentangan antara kedua belah pihak.

Pembicaraan intra-Suriah terjadi pada pertemuan multilateral, yang difasilitasi oleh Rusia, Turki dan Iran, di ibukota Kazakhstan, Astana, untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata nasional yang rapuh yang ditengahi oleh Rusia dan Turki sejak 30 Desember.

Negosiasi di Astana dimaksudkan untuk membuka jalan menuju negosiasi politik di Jenewa, namun gencatan senjata hancur sepanjang bulan lalu akibat serangan rezim pada oposisi yang tetap berlangsung, sementara janji-janji untuk membangun mekanisme monitoring tidak terpenuhi.

Pejabat dari delegasi oposisi, yang dibagi antara perwakilan militer dan politik, sama-sama menyatakan sedikit harapan untuk pembicaraan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.