Jumat, 25 September 2020

Rezim Erdoğan Izinkan Penggunaan Jilbab di Kalangan Militer Turki

Rezim Erdoğan Izinkan Penggunaan Jilbab di Kalangan Militer Turki

Ankara, Swamedium.com — Pemerintah Turki melalui Kementerian Pertahanan yang berada di Ibu Kota Ankara telah menerbitkan kebijakan yang membolehkan penggunaan jilbab bagi para tentara muslimah Turki pada Rabu (22/2).

Berdasarkan regulasi baru Kementerian Pertahanan itu, para tentara wanita dapat menggunakan jilbab di bawah topi atau baret yang warnanya sama dengan warna seragam mereka, tanpa pola, dan tidak menutupi wajah penggunanya. Format resminya akan dikabarkan di koran.

Aturan itu berlaku bagi para perwira, bintara, dan kadet wanita di ketiga angkatan bersenjata Turki (Türk Silahlı Kuvvetleri, TSK), yaitu darat, laut, dan udara. Namun, masih belum jelas apakah jilbab itu boleh digunakan juga saat mereka bertempur di medan perang.

Militer Turki sebagai penjaga sekularisme Negara merupakan institusi terakhir yang melarang penggunaan jilbab, baik anggota militer maupun staf sipilnya.

Layanan-layanan publik yang lainnya telah lebih dahulu membolehkan karyawan muslimahnya mengenakan jilbab saat bekerja.

Sejak 2010, rezim Partai Keadilan dan Pembangunan (Adalet ve Kalkınma Partisi, AKP) membolehkan penggunaan jilbab di kampus-kampus perguruan tinggi.

Lalu pada 2013, penggunaan jilbab di layanan-layanan publik mulai berlaku. Sejak Oktober 2013, empat anggota AKP mengenakan jilbab di gedung parlemen Turki.

Selanjutnya, penggunaan jilbab di sekolah-sekolah menengah atas (SMA) diizinkan pada 2014. Terakhir, Pemerintah membolehkan anggota polisi muslimah mengenakan jilbab sebagai bagian dari seragamnya pada Agustus tahun lalu.

Penggunaan jilbab bagi para tentara muslimah yang menginginkannya merupakan hal yang pertama dalam sejarah Turki sekaligus sejarah militer Turki. Sebelumnya, Turki dikenal sebagai negara sekularis. Simbol-simbol agama tidak boleh ada di berbagai layanan publik. (ais)

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.