Minggu, 20 September 2020

Hidayat Nur Wahid: Umat Islam Tidak Diam Terhadap Masalah Bangsa

Jakarta, Swamedium.com — Umat Islam tidak pernah diam melihat permasalahan yang terjadi pada bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan Hidayat Nur Wahid pada diskusi “Islam di Indonesia” yang diadakan di “Jaya Suprana School of Performing Arts”, Mall of Indonesia, Jakarta, 23 Februari 2017. Acara dipandu langsung oleh Jaya Suprana.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh rohaniawan Franz Magnis Suseno dan beberapa tokoh Tionghoa itu, Hidayat Nur Wahid memaparkan sejarah Islam di Indonesia. Dikatakan umat Islam di Indonesia mempunyai peran yang sangat besar.

Hidayat mencontohkan, Sultan IX Jogjakarta sebagai sultan dari kesultanan Islam telah memberikan tanah-tanah yang ada pada bangsa ini di awal kemerdekaan.

“Gelar dia (Sultan IX Jogjakarta) adalah Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga ing Ngayogyakarta Hadiningrat,” ujar Hidayat, di Jakarta, Kamis (23/2).

Apa yang dilakukan Sultan IX itu juga dilakukan oleh Kesultanan Riau. Sultan Syarif Kasim memberikan tanah-tanahnya untuk Indonesia ketika negara ini berdiri. Sultan Syarif Kasim bahkan memberi wasiat agar keluarga tidak menuntut soal tanah-tanah yang sudah diberikan kepada Indonesia.

Kesultanan Islam yang memberi kontribusi kepada Indonesia juga disumbangkan oleh Kesultanan Pontianak. Pada masa kesultanan itu di bawah Sultan Hamid II, sang sultan merancang lambang negara Garuda Pancasila.

“Hal demikian menunjukan menyatunya Islam dengan Indonesia,” ucap Hidayat Nur Wahid.

Hidayat Lebih lanjut mengatakan, dalam masa-masa persiapan Indonesia merdeka, banyak tokoh-tokoh Islam yang menjadi anggota BPUPKI. Dalam masa itu, tokoh-tokoh Islam yang berlatar belakang dari NU, Muhammadiyah, Aceh, dan lainnya sebagainya, rela menghilangkan tujuh kata dari Piagam Jakarta.

“Ïslam terus berdialog hingga mencari titik tengah untuk tetap menjadi Indonesia,” tegasnya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.