Selasa, 29 September 2020

KPK Diminta Ingatkan Ahok Tunda Bantuan Sosial

KPK Diminta Ingatkan Ahok Tunda Bantuan Sosial

Jakarta, Swamedium.com — Sekretaris Dewan Pendidikan DKI Jakarta Syahrul Hasan, meminta kepada Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) untuk mengingatkan kepada Gubernur DKI Jakarta Ahok, agar menunda pemberian bantuan sosial sampai selesai Pilkada nanti.

Hal itu di khawatirkan di manfaatkan sebagai kampanye terselubung.

“Ini sangat rawan, KPK harus turun tangan mengingatkan Ahok agar tidak memanfaatkan posisinya dalam menggunakan dana APBD untuk kampanye terselubung, seperti pemberian program sosial KJP (Kartu Jakarta Pintar) dan lainnya,” ungkap Syahrul kepada awak media, Jumat (24/2).

Syahrul menilai, pemberian program sosial tersebut sangat rawan untuk disalahgunakan bagi yang inggin mempertahankan tahta dan kepentingan kekuasaan semata.

“Tahun lalu KPK sudah memberikan surat edaran tersebut kepada Ahok agar tidak menggunakan bantuan sosial yang bersumber dari APBD untuk kepentingan kampanye,” kata Syahrul.

Untuk menghindari penyalah gunaan wewenang yang kemungkinan dilakukan oleh Gubernur petahana Ahok, KPK mengirim surat edaran kepada Ahok , dalam surat edaran tersebut KPK mengingatkan potensi penyalahgunaan yang dilakukan oleh Gubernur petahana yang ingin maju kembali dalam pemilihan kepala daerah.

Salah satu yang dicatat KPK yaitu tentang penggunaan dana bantuan sosial dan dana hibah untuk kepentingan kampanye.

“Untuk menghindari itu, dulu KPK pernah mengirimkan surat agar tidak ada pengeluaran hibah atau Bansos menjelang Pilkada,” ucapnya.

Sebelumnya, program sosial yang akan diluncurkan Pemprov DKI sampai April 2017, diantaranya yakni pembagian beras sejahtera (Rastras), Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk membeli daging Rp 35.000 per kilogram dan ayam Rp 8.000 per ekor, pencairan KJP pada April, Program Keluarga harapan (PKH) akan muncul di Maret, Bantuan modal nelayan Maret April akan turun, Bansos untuk masjid dan mushala akan cair di April bersamaan dengan honor guru. (JM)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.