Wednesday, 26 February 2020

Ada Syarat Minimal untuk Menjadi Imam Sholat

Jakarta, Swamedium.com — Presiden RI Joko Widodo sempat menjadi imam sholat ashar jamak qashar seusai sholat jumat di Masjid Al-Fattah, Ambon, Maluku, Jumat (24/2).

Hal tersebut mengundang reaksi dari beberapa pihak, tak terkecuali pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton T. Digdoyo. Ia menyatakan keheranannya terhadap hal tersebut.

“Saya heran kenapa Presiden Joko Widodo kemarin jadi imam sholat ashar jamak qasar? Padahal ada ulama seperti menteri agama Lukman Hakim Saifuddin dan Din Syamsuddin,” ujarnya.

Pasalnya, menurut Anton, Presiden tidak fasih dalam membaca Al Quran. Bahkan bisa disebut berantakan.

“Saya pernah lihat Jokowi jadi imam sholat. Bukan hanya bacaannya kacau, tapi juga gerakan-gerakan sholatnya, tuma’ninah, i’tidalnya pun masih kacau. Maka saya heran kok dia jadi imam sholat,” jelas Anton di Jakarta, Sabtu (25/2).

Mantan petinggi Polri ini menegaskan, untuk jadi Imam sholat, ada persyaratan minimal yang sangat ketat dan tegas.

“Bacaannya harus bagus, iman akidahnya bagus, ilmu agamanya bagus (a’lamuhu bissunah) dan lain-lain. Kalau persyaratan minimal tersebut tak dipenuhi, jangan jadi imam sholat,” ujar Anton.

“Itu ibarat terjerumus ke jurang atau menjerumuskan diri ke jurang apalagi makmumnya ikut masuk jurang,” sergahnya.

Baca Juga:
Presiden Jokowi Jadi Imam Sholat Ashar Di Ambon

Presiden yang kemarin melakukan kunjungan ke Ambon untuk membuka Tanwir Muhammadiyah dan membuka acara masyarakat adat Maluku melaksanakan sholat Jumat di Masjid Al-Fattah. Usai sholat Jumat, dia bertanya kepada Menag apakah langsung melaksanakan sholat ashar jamak qhasar.

“Saya jawab,’iya Pak, dan Bapak yang jadi imamnya’,” kata Menag Lukman menceritakan.

Setelah itu, dia meneruskan, Din Syamsuddin langsung mengumumkan melalui pengeras suara bahwa akan diadakan sholat ashar jamak qashar dengan imam Presiden Jokowi. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.