Selasa, 22 September 2020

Kisruh Freeport, Kedaulatan Negara Harus Tetap Terjaga

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu yang juga Politisi Gerindra mendukung sikap pemerintah, terkait upaya pemerintah merubah perjanjian operasional PT Freeport Indonesia (PT FI)yang semula kontrak karya (KK) di rubah menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

“Kita negara berdaulat. Kedaulatan negara harus tetap terjaga. UU No.4/2009 tentang Minerba mengamanatkan dua hal. Pertama, hilirisasi, yaitu kita ingin nilai tambah itu ada di dalam negeri. Kedua, soal rezim yang selama ini KK akan mengarah ke IUPK.” kata Gus Irawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (23/2).

Menurutnya, PT FI sudah di beri kemudahan untuk membangun smelter bila ingin mempertahankan KK-nya. Tapi pada kenyataannya belum dapat menyelesaikan pembangunan smelter. Padahal pemerintah sudah memberikan kesempatan semenjak dari tahun 2014 hingga 2017 hingga kini belum rampung pengerjaan smelter tersebut.

“Faktanya, Freeport belum juga menyelesaikan smelter yang mereka janjikan. Nol persen secara fisik,” ungkap Gus Irawan.

Setelah di manjakan kelonggaran waktu oleh pemerintah kepada PT FI untuk membangun smelter, maka tak ada pilihan lain selain merubah KK menjadi IUPK. Ini sudah amanat UU Minerba sekaligus juga UUD NRI Tahun 1945.

“Sesungguhnya pemerintah bukan memaksa Freeport jadi IUPK. Itu pilihan. Kalau mau KK, selesaikan smelter. Tapi kalau tidak bisa membangun smelter dan tetap ingin berproduksi harus dirubah jadi IUPK,” ujarnya lagi.

Ketika di tanya mengenai persoalan divestasi saham Freeport, Gus Irawan berpendapat sikap pemerintah sudah benar dengan merujuk pasal 33 UUD. Tuntutan divestasi saham 51 persen merupakan tuntutan rakyat dan itu bentuk kedaulatan negara atas sumber daya alamnya. Kalau kemudian Freeport mengancam ke Mahkamah Arbitrase, kata Gus Irawan, itu hal biasa setiap kali kontrak akan berakhir dan belum menemukan titik temu.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.