Wednesday, 26 February 2020

MUI: Mensholatkan Jenazah Muslim Hukumnya Fardhu Kifayah

‎Jakarta, Swamedium.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan kepada umat Islam bahwa kewajiban mengurus jenazah yang meliputi memandikan, mengkafani, mensalatkan dan menguburkan bagi seorang muslim hukumnya fardhu kifayah. ‎

Artinya jika ada saudara muslim yang meninggal dunia maka semua orang yang mukim atau bertempat tinggal di daerah tersebut, wajib mengurus jenazahnya.

‎Demikian dikatakan oleh Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/2), menanggapi Masjid di Jakarta Selatan (Jaksel) yang menolak mensholatkan dan memandikan jenazah penista agama.

Salah satunya di Masjid Al Jihad memasang dua banner atau spanduk bertulisan “Masjid Ini Tidak Mensholatkan Jenazah Pendukung dan Pembela Penista Agama” dan “Penghina Al Quran Perusak Persatuan Bangsa”.

‎”Kita tidak boleh menghukumi seseorang itu munafiq atau kafir, yang berhak hanya Allah SWT,” ujar Zainut Tauhid Saadi.

Zainut mencontohkan, sahabat Umar bin Khattab RA pernah berkata ; dulu ketika Rasulullah masih hidup untuk menilai apakah orang itu munafik atau tidak itu dijawab dengan turunnya wahyu Allah. Tetapi setelah Rasulullah wafat maka untuk menghukumi seseorang itu beriman atau tidak hanya bisa dilihat dari yang tampak lahirnya bukan batinnya.

Kemudian sebagaimana sabda Nabi : Nahnu nahkum bi al-dhawahir, wa Allah yatawalla al-sarair (Kita hanya menghukum apa yang tampak, dan Allah SWT yang menghukum apa yang tersimpan di hati).

“Sabda Nabi ini menunjukkan betapa tidak bolehnya memvonis keyakinan dan kepercayaan orang lain sepanjang orang tersebut masih memperlihatkan keislamannya,” katanya.

Zainut mengatakan, pihaknya sampai saat ini
secara resmi belum mendapatkan laporan dari masyarakat tentang kejadian ini. Sehingga dia mengharapkan hal tersebut tidak benar.

Sebab itu, MUI menghimbau kepada semua umat Islam agar bersikap proporsional, tidak melampau batas. “Umat Islam harus tetap menjaga ukhuwah atau persaudaraan diantara kita. Saling membantu dan menolong saudara yang terkena musibah itu perbuatan yang sangat terpuji,” himbaunya. (*)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.