Senin, 21 September 2020

Pertaruhan di Jalan Berbayar Jakarta

Pertaruhan di Jalan Berbayar Jakarta

Jakarta, Swamedium.com — Ajang Pemilihan Kepala Daerah yang dilangsungkan pertengahan Februari ini membuat “suhu” Jakarta kian panas. Para calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI beradu argumentasi berjanji membuat ibu kota negara ini kian maju.

Tapi tampaknya ada yang luput dari pengamatan media, publik, pemerhati tata kota, bahkan para kandidat dalam dua kali debat Pilkada lalu. Tender proyek jalan berbayar secara elektronik alias Electronic Road Pricing (ERP) yang kini sedang digelar dan diharapkan menjadi salah satu solusi pengurai kemacetan Jakarta ditengarai mengandung sejumlah persoalan.

Salah satu persoalan itu tentang teknologi yang bakal dipilih untuk penerapan sistem ERP pertama di Indonesia ini. Soal akuntabilitas proses tender yang kini sudah memasuki tahap prakualifikasi pun kini mulai menjadi sorotan.

Lelang ini dinilai kontroversial karena pengadaan sistem ERP langsung berfokus pada satu teknologi saja, yakni teknologi komunikasi jarak pendek atau Dedicated Short Range Communication (DSRC) frekuensi 5,8 GHz. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 149 Tahun 2016, khususnya pasal 8 ayat (1) huruf c.

Klausul inilah yang disorot tajam Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena berpotensi memunculkan persaingan usaha tidak sehat dan melanggar Undang Undang Persaingan Usaha. Sebab, dengan adanya ketentuan tersebut, aturan ini tidak memberikan kesempatan kepada pelaku usaha yang bisa menyediakan teknologi lainnya.

Teknologi sistem ERP sesungguhnya sangat beragam. Setidaknya ada tiga kategori teknologi yang bisa diterapkan. Pertama, berbasis frekuensi radio, yaitu Radio Frequency Identification (RFID) dan Dedicated Short Range Communication (DSRC). RFID menggunakan frekuensi 860 MHz dan 2,45 GHz, sedangkan DSRC menggunakan frekuensi antara 5,8 GHz hingga 5,9 GHz. Kedua, berbasis kamera yaitu Automatic Plate Number Recognition (ANPR) yang merupakan metode pengenalan karakter nomor plat kendaraan dari video atau gambar yang terekam kamera. Ketiga, berbasis data satelit, yaitu Global Navigation Satellite System (GNSS) yang merupakan teknologi dengan memanfaatkan data posisi kendaraan berdasarkan satelit.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.