Sunday, 23 February 2020

Spanduk Penolakan Jenazah Pendukung Penista Agama Terpampang di Masjid Jaksel

Jakarta, Swamedium.com – Kasus dugaan penistaan agama Surat Al Maidah ayat 51 oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berbuntut panjang. ‎

Hal itu diwujudkan Masjid di Jakarta Selatan (Jaksel) yang menolak mensholatkan dan memandikan jenazah pendukung Ahok dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.‎

Masjid itu antara lain Masjid Mubasysyirin di Jalan Karet Belakang Selatan 1, Masjid Al Ikhlas di Jalan Karet Belakang IV dan Masjid Al Jihad yang terletak di Jalan Karet Karya IV/BB, Karet Setiabudi.

Di Masjid Al Jihad memasang dua banner atau spanduk bertulisan “Masjid Ini Tidak Mensholatkan Jenazah Pendukung dan Pembela Penista Agama” dan “Penghina Al Quran Perusak Persatuan Bangsa”.

Menurut pengurus Masjid tersebut Ustadz Yayat, spanduk ini sudah terpasang sejak Selasa (21/2). Namun, dia meluruskan bahwa spanduk tersebut tidak ada hubungannya dengan Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Ada atau gak ada pemilu, banner ini akan tetap terpasang dan tak ada kaitannya dengan pemilu atau dukungan buat salah satu calon” ungkap ustadz Yayat kepada swamedium.com, Sabtu (25/2).

Pengurus Masjid lainnya Hasan Basri menambahkan, spanduk ini merupakan bentuk kasih sayang kepada sesama umat muslim untuk saling mengingatkan.

Pasalnya, kata Hasan Basri, dalam Al Quran Surat At Taubah ayat 84 menjelaskan mengenai larangan mensholatkan orang munafik.

“Ini bentuk sok terapi dan pesan moral yang kami berlakukan” kata Hasan Basri. (jok/ir)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.