Kamis, 23 September 2021

Beramal Tanpa Batas

Beramal Tanpa Batas

Bandung, Swamedium.com — Beramal tidak harus menunggu waktu tertentu. Misalnya, menunggu kalau sudah menjadi kaya raya, menunggu tercapai cita-cita, dan hal-hal lainnya yang belum tentu terjadi. Satu detik kedepan dalam hidup, tidak ada yang tahu tentang takdir seseorang kecuali Sang Pencipta, Allah SWT.

Banner Iklan Swamedium

Bisa jadi kita berencana ini dan itu, tapi satu detik kemudian kita meninggal dunia. Maka dari itu, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengajarkan lakukan amal kebaikan dengan 3 M (Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang terkecil dan Mulai saat ini).

Betapa indah hidup yang diisi dengan kesenangan berbuat kebaikan, tanpa direpotkan dengan keinginan untuk dilihat atau diketahui orang lain. Mau dilihat atau tidak oleh orang lain, mau diketahui atau tidak oleh orang lain, itu perkara kecil bagi kita. Perkara yang besar bagi kita adalah Allah rida pada amal kita.

Berbuat kebaikan dengan niat ikhlas lillaahi ta’ala niscaya jadi tabungan untuk kita. Karena tidak ada satupun perbuatan yang kita lakukan kecuali pasti akan kembali kepada sebagai pelakunya. Kita tidak pernah tahu besok lusa ada takdir apa untuk kita.

Kita tidak tahu akan ada kesulitan seperti apa yang akan menimpa kita. Tapi jikalau kita senang melakulkan kebaikan, itulah yang akan kembali kepada kita. Allah SWT berfirman, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra [17] : 7)

Tidak sulit untuk mendekat kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Dekat. Tidak sulit untuk disayang Allah, karena Allah Maha penyayang. Tidak sulit juga untuk berkedudukan di sisi Allah, karena Allah memang menginginkan kita berkedudukan di sisi-Nya. Namun, semua itu akan menjadi sulit jika kita memang malas untuk berbuat kebaikan.

Beramal Menembus Batas-Batas Negara

Meski Bendera Palestina sudah berkibar di Kantor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), kondisi Palestina justru semakin memanas akibat agresi zionis Israel. Mereka tidak berhenti menumpahkan darah manusia yang tidak bersalah dan berdosa. Begitu banyak darah rakyat sipil yang tertumpah. Masjid al-Aqsa, kiblat salat pertama umat Islam pun tak luput dari incaran mereka.

Banyak aksi yang dilakukan oleh kaum muslimin di dunia untuk menentang aksi agresi zionis Israel. Berbagai aksi unjuk rasa dilakukan sebagai apresisasi dan pernyataan sikap menentang penjajahan atas tanah Palestina. Salah satu negara yang begitu banyak mendukung aksi peduli Palestina adalah Indonesia. Sudah tidak terhitung berapa banyak materi dan doa yang terkirim ke sana.

Berbagai kecaman terhadap Israel juga ramai di media sosial. Bahkan, tudaj sedikit yang menggelar aksi kepedulian terhadap Palestina. Namun, ada juga yang tidak peduli dengan hal tersebut. Mereka menyatakan untuk apa bersikap sok pahlawan dengan membela Palestina, sementara di engeri sendiri juga banyak bencana. Banyak orang miskin yang perlu ditolong.
Komentar-komentar negatif tersebut menegaskan bahwa banyak muslim tidak menyadari kewajiban seorang muslim. Dalam Islam, persaudaraan sesama muslim atau yang sering disebut ukhuwah islamiyah itu sangat kuat.

Jika persaudaraan karena nasab (keturunan) saja kita rela membela dan melindungi. Apalagi ikatan saudara yang dikuatkan oleh Allah dalam al-Quran. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman tak lain adalah saudara.” (QS. Al-Hujurat: 10). Ayat tersebut cukuplah menjadi dalil bagi siapapun yang mengaku dirinya sebagai muslim untuk menolong saudaranya tanpa memandang batas-batas wilayah negaranya.

“Setiap muslim adalah saudara bagi muslim lainnya.” (HR. Bukhari no. 2262 dan Muslim). Kembali, sebuah hadits shahih ini mengingatkan kita bahwa muslim Palestina adalah saudara kita. Bukan saudara sepupu, keponakan atau sedarah. Namun persaudaraan kita dengan mereka lebih dari itu. Akidah kitalah yang menguatkan.

Saudara kita di Palestina juga merasakan hal yang sama. Mencintai muslim Indonesia karena-Nya. Ada bukti otentik yang tidak terbantahkan. Negara Palestina lah yang pertama kali bersama Mesir mengakui kedaulatan negara kita. Ketika semua negara memicingkan mata terhadap negeri ini. Dua saudara itu menyambut kita dengan hangat dan mengakui sebagai negara.

Tidak cukup hanya dengan mengakui, ternyata banyak konglomerat asal Palestina yang mengikhlaskan hartanya demi jihad melawan agresi Belanda. Seorang mufti dan hartawan Pelstina pernah menyumbangkan seluruh kekayaan untuk perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Maka, mari kita menyayangi dan menolong mereka semampu kita, karena kita dan muslim Palestina adalah saudara.

Kontibutor: Cristi Az-Zahra
Editor: luckysubiakto
Foto: ist

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita