Senin, 18 Oktober 2021

Terampil Menjaga Tutur Kata

Terampil Menjaga Tutur Kata

Bandung, Swamedium.com — Mulut itu seperti moncong teko. Ia hanya mengeluarkan apa yang memang ada di dalam teko. Jika di dalam itu air kotor, maka yang keluar dari mulut teko adalah air kotor. Sedangkan jika di dalamnya itu air yang bersih. Maka, yang keluar dari mulut teko adalah air yang bersih pula.

Banner Iklan Swamedium

Demikian pula manusia. Apa yang ada dalam dirinya, pikirannya, hatinya, kepribadiannya, itulah yang muncul dari lisannya. Jadi, lisan itu bisa menunjukkan siapakah pemiliknya. Lisan kita menunjukkan siapa dan bagaimana kita.

Maka dari itu Rasulullah saw mengajarkan agar umatnya berhati-hati dalam bertutur kata. “Barang siapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya, dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan). Maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga),” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi, kemampuan kita dalam menjaga tutur kata, sangat berpengaruh pada keselamatan kita di dunia dan akhirat.

Bicara yang Baik dan Benar

Standar berbicara dalam Islam yaitu bicara yang mengandung kebenaran dan kebaikan. Jika bukan kebenaran dan kebaikan. Maka, itu bukanlah bicara yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Bicara juga harus menggunakan hati. Jangan sampai apa yang kita bicarakan, mendzalimi dan menyakiti orang lain.

Mengapa juga kita harus bicara yang baik dan benar? Karena Allah Maha Mendengar, bahkan sampai bisikan paling halus sekalipun yang ada dalam hati manusia. Siapa pun yang yakin bahwa Allah Maha Mendengar, ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya. Allah SWT juga sudah mengingatkan dalam al-Quran, “…Dan Allah mendengar soal jawab antar kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat,” (QS. al-Mujadilah [58] : 1).

Bicaralah Agar Allah Ridha

Sesungguhnya Yang terpenting dari pembicaraan kita bukanlah kekaguman orang terhadap kita, melainkan keridhaan Allah terhadap apa yang kita ucapkan. Kita tidak perlu mendahulukan kesibukan merangkai kata supaya dipandang pintar, terpelajar, hebat oleh orang lain. Yang perlu kita lakukan adalah menjaga agar setiap ucapan kita niatnya benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

Lebih baik berbicara dengan kata-kata yang sederhana, selamat dari rasa ingin dikagumi orang lain, daripada berbicara dengan kata-kata yang rumit, berbelit dengan rasa ingin dikagumi orang lain.

Tutur kata kita tidak membuat Allah senang kepada kita. Tapi, bersihnya hati dan lurusnya niat, itulah yang menjadi pengundang datangnya keridhaan Allah kepada kita. Tutur kata yang indah namun diniatkan demi memikat perhatian orang lain, sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Tutur kata yang rapi namun diniatkan mencelakai orang, sesungguhnya Allah pasti mengetahuinya. Dan, setiap perkataan pasti akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang terampil menjaga setiap tutur kata kita. sehingga Allah ridha kepada kita. Aamin Ya Allah ya Rabbal Alamiin.

Kontributor: Cristy Az-Zahra
Editor: luckysubiakto
Foto: ilustrasi

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita