Wednesday, 26 February 2020

Terampil Menjaga Tutur Kata

Terampil Menjaga Tutur Kata

Bandung, Swamedium.com — Mulut itu seperti moncong teko. Ia hanya mengeluarkan apa yang memang ada di dalam teko. Jika di dalam itu air kotor, maka yang keluar dari mulut teko adalah air kotor. Sedangkan jika di dalamnya itu air yang bersih. Maka, yang keluar dari mulut teko adalah air yang bersih pula.

Demikian pula manusia. Apa yang ada dalam dirinya, pikirannya, hatinya, kepribadiannya, itulah yang muncul dari lisannya. Jadi, lisan itu bisa menunjukkan siapakah pemiliknya. Lisan kita menunjukkan siapa dan bagaimana kita.

Maka dari itu Rasulullah saw mengajarkan agar umatnya berhati-hati dalam bertutur kata. “Barang siapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya, dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan). Maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga),” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi, kemampuan kita dalam menjaga tutur kata, sangat berpengaruh pada keselamatan kita di dunia dan akhirat.

Bicara yang Baik dan Benar

Standar berbicara dalam Islam yaitu bicara yang mengandung kebenaran dan kebaikan. Jika bukan kebenaran dan kebaikan. Maka, itu bukanlah bicara yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Bicara juga harus menggunakan hati. Jangan sampai apa yang kita bicarakan, mendzalimi dan menyakiti orang lain.

Mengapa juga kita harus bicara yang baik dan benar? Karena Allah Maha Mendengar, bahkan sampai bisikan paling halus sekalipun yang ada dalam hati manusia. Siapa pun yang yakin bahwa Allah Maha Mendengar, ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya. Allah SWT juga sudah mengingatkan dalam al-Quran, “…Dan Allah mendengar soal jawab antar kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat,” (QS. al-Mujadilah [58] : 1).

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.