Kamis, 29 Juli 2021

Tidak Asal “Kerja, kerja” Tapi Kerja yang Berkualitas

Tidak Asal “Kerja, kerja” Tapi Kerja yang Berkualitas

Bandung, Swamedium.com — Kemampuan kita memang hanya bisa berusaha. Namun, sebagai orang yang beriman kepada Allah SWT, apa yang kita kerjakan haruslah menjadi ibadah, karena pekerjaan kita adalah ladang amal kita. Semakin kita yakin kepada Allah, semakin kita akan menyempurnakan ikhtiar kita dalam bekerja.

Banner Iklan Swamedium

Sedangkan hukum sebab akibat adalah bagian dari sunnatullah. Jika cara bekerja kita berkualitas, maka pencapaian atau hasil kerja kita pun akan berkualitas. Insyaa Allah!

Bekerja Profesional

Bekerja yang berkualitas itu cirinya professional. Apa yang menjadi tugas kita, maka lakukanlah yang terbaik. Bukan demi mendapat penilaian dan kekaguman makhluk, tapi semata-mata karena mengharap ridha Allah SWT, dan meneladani Rasulullah saw. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai seorang diantara kalian yang jika bekerja, maka dia bekerja dengan itqan (professional),” (HR. Baihaqi).

Bekerja secara berkualitas sudah dicontohkan oleh para nabi dan rasul. Tugas utama para nabi dan rasul adalah memang menyampaikan risalah Allah SWT. Akan tetapi, Allah SWT menciptakan mereka dari kalangan manusia yang pada banyak hal memiliki kesamaan dengan manusia biasa pada umumnya. Termasuk dalam hal potensi untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya, atau mencari nafkah.

Mari kita renungkan kisah Nabi Yusuf a.s dalam al-Quran. Allah SWT berfirman, “Dan raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku.” Maka, tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, raja berkata: “Sesungguhnya kamu mulai hari ini menjadi seseorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami”. Berkatalah Yusuf: “Jadikanlah aku bendahawarawan negara (Mesir), sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (QS. Yusuf [12] : 54-55).

Pada ayat ini kita bisa melihat bahwa atas izin Allah, raja Mesir mengangkat derajat nabi Yusuf a.s yang sebelumnya mendekam di dalam penjara. Raja Mesir melibatkan nabi Yusuf a.s dalam pemerintahannya. Kemudian, karena nabi Yusuf a.s memahami kemampuan apa yang dimilikinya, maka beliau menawarkan tugas yang memang bisa dilakukannya dengan baik. Maka, diangkatlah nabi Yusuf a.s sebagai bendahara negara.

Dengan amanah yang besar tersebut, nabi Yusuf a.s bekerja dengan penuh tanggungjawab. Beliau memaksimalkan kemampuannya dalam hal manajemen sumber daya, baik alam maupun manusia. Pada musim panen, beliau bangun lumbung-lumbung penyimpanan gandum dan bahan makanan lainnya. Beliau juga membangun waduk-waduk untuk menampung air.

Sampai akhirnya tiba amsa paceklik yang sangat panjang melanda Mesir, yaitu selama 7 (tujuh) tahun lamanya. Akan tetapi, bangsa Mesir bisa melewati masa-masa sulit itu tanpa bencana kelaparan meski kekeringan dimana-mana, karena berbagai antisipasi yang sudah dilakukan di bawah kepemimpinan nabi Yusuf a.s, Masyaa Allah.

Jangan Asal “Kerja, Kerja”

Bekerja asal-asalan dengan bekerja secara serius, sama-sama memakan waktu. Maka, lebih baik bekerja secara maksimal. Bekerja asal-asalan dengan bekerja secara serius, sama-sama mengeluarkan tenaga. Maka, lebih baik bekerja dengan maksimal.

Orang yang berprestasi dalam pekerjaannya adalah orang yang bekerja sesempurna mungkin yang bisa ia lakukan. Bahkan, ia senantiasa berupaya meningkatkan kapasitas kemampuan dirinya dengan cara menambah ilmu dan pengalamannya.

Semakin berkualitas cara bekerja seseorang, semakin berkualitas juga hasil kerjanya. Semakin ia mendapatkan tempat di tengah kehidupan manusia. Semakin banyak pihak yang tertarik bekerja sama dengannya, menggunakan jasanya, bermitra dengannya, maka semakin lapang dan mudah jalan rezeki baginya.

Guru kita, BJ. Habibie adalah sosok yang eprlu diteladani. Bagaimana seorang muslim yang taat, dan memiliki semangat belajar, etos kerja, dan prestasi mengagumkan dalam bidangnya, yaitu fisika dan teknologi dirgantara. Sampai-sampai ketika BJ. Habibie menunaika ibadah haji, sultan Abdul Aziz berkata kepadanya, “Habibie, dunia ini tidak tuli dan buta. Bahwa, di dunia ini terdapat ilmuwan muslim yang mengangkat nama Islam di mata dunia dengan prestasi dan progresifitas.”

Tentu akan sangat luar biasa jikalau setiap muslim memiliki ghirah, semangat untuk senantiasa belajar, meningkatkan kemampuan dirinya sehingga bisa bekerja dengan berkualitas, menghasikan karya-karya yang manfaat bagi lebih banyak orang.

Kontributor: Cristy Az Zahra
Editor: luckysubiakto

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita