Kamis, 21 Oktober 2021

Diaspora Palestina Dirikan Organisasi Politis

Diaspora Palestina Dirikan Organisasi Politis

İstanbul, Swamedium.com — Penyelenggara konferensi diaspora Palestina mendirikan grup baru untuk mewakili komunitas diaspora dan berjuang demi hak-hak bangsa Palestina yang lebih baik setelah bermusyawarah selama dua hari di İstanbul sejak Ahad (26/2).

Banner Iklan Swamedium

Pemimpin Konferensi menyangkal entitas ini ialah sebuah faksi Palestina yang baru. Jadi, ia tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu.

Pemimpin konferensi mengatakan bahwa mereka ingin memerankan peran yang lebih besar dalam perjuangan melawan pendudukan (dan pemukiman) kolonialis Israel di wilayah Palestina, di samping Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organisation, PLO).

Mereka bersikeras bahwa organisasi baru ini tidak bertujuan untuk menggantikan PLO. “Kami berusaha mendirikan struktur pendukung yang akan menjadi aset bagi PLO, bukan penentangnya,” kata Said Ribhi Halloum, seorang mantan duta PLO.

Meskipun masih tanpa nama yang resmi, organisasi baru ini disebut di akhir kesepakatan Oslo yang telah ditandatangani oleh PLO dan Israel pada 1993, yakni restrukturisasi PLO pada basis representatif bagi seluruh bangsa Palestina, dan pembentukan Dewan Nasional Palestina yang terpilih secara demokratis, badan legislator PLO di rantau.

Pernyataan terakhir dalam konferensi itu disampaikan oleh Anis al-Qasem, seorang sarjana hukum. Ia menyalahkan pemimpin PLO karena menyia-nyiakan hak-hak bersejarah bangsa Palestina dalam kesepakatan yang menyatakan untuk memperpanjang pendudukan kolonialis Israel serta memperburuk penderitaan bangsa Palestina yang sudah parah.

Mereka menegaskan hak bangsa Palestina untuk menolak pendudukan Israel; menghendaki kembalinya para pengungsi ke rumah-rumah dan kota-kota mereka di Tanah Air Palestina; mengatakan bahwa mereka akan berjuang untuk bangsa Palestina.

Pada Ahad (26/2), Fatah, menyinggung Konferensi, menuding forum itu sebagai upaya untuk memecah belah bangsa Palestina.

“Kecaman sejenis itu tidak berdasar. Kami sebagai diaspora Palestina berhak mengatur dan memberitahukan para pemimpin tradisional Palestina tentang apa yang menurut kami adalah solusi terbaik untuk selanjutnya,” kata seorang narasumber Konferensi atas tudingan Fatah.

Konferensi membentuk komisioner umum yang diketuai oleh sejarawan Palestina, Salman abu Sitta. Sementara itu, wakil ketuanya terdiri dari tiga orang, yaitu Majed al-Zeer, aktivis yang tinggal di Inggris, Naela al-Waari, sarjana dan aktivis perempuan, dan Saif Abu Kishah, aktivis muda.

Pemimpin Konferensi menyatakan bahwa organisasi ini bukan sebuah faksi Palestina yang baru tentunya, melainkan organisasi independen yang terbuka bagi seluruh bangsa Palestina. Organisasi ini akan berpusat di Beirut, Libanon.

Menurut Biro Pusat Statistik Palestina di Ramallah, ada lebih dari 12 juta orang Palestina di seluruh dunia. Setengahnya menetap di Tanah Air, sedangkan sisanya menyebar di negara-negara Arab, Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. (ais)

Sumber: Al Jazeera. Foto: AA.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita