Rabu, 30 September 2020

Ini Kata Habib Rizieq Sebelum Memasuki Ruang Sidang

Ini Kata Habib Rizieq Sebelum Memasuki Ruang Sidang

Jakarta, Swamedium.com — Habib Rizieq menjadi saksi ahli agama dalam sidang penistaan agama dengan terdakwa Ahok di auditorium Kementerian Pertanian, Jln. RM. Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (28/2). Sebelum memasuki ruang sidang, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu menjelaskan tentang kasus penistaan agama hingga latar belakang ia dijadikan sebagai saksi ahli.

Berikut ini penjelasan Habib Rizieq kepada para wartawan:
Pertama, “Jadi, jangan percaya sama orang,” maka siapa pun yang mengatakan kalimat ini berarti telah mengatakan kepada masyarakat (agar) jangan percaya pada siapa pun juga, untuk jangan percaya pada surah Al-Maidah 51 yang mengajak tidak memilih nonmuslim.

Kedua, “… enggak pilih saya ….” Ini memperjelas pernyataan yang dilontarkan (oleh) terdakwa dalam konteks Pilkada. Itu enggak ada hubungannya dengan perikanan. Itu berarti Pilkada.

Ketiga, “Dibohongi pakai Al-Maidah 51.” Siapa yang dibohongi? Tentu orang Islam yang dengar pidato tersebut, yang dipanggil (oleh) terdakwa dengan ‘bapak’ dan ‘ibu’. Itu berarti surat Al-Maidah di sini dijadikan (sebagai) alat kebohongan, tetapi juga sumber kebohongan. Jadi, terdakwa mengatakan dibohongi surat Al-Maidah, berarti dibohongi (oleh) Alquran. Siapa (yang) membohongi umat Islam? Yang pakai Al-Maidah 51, siapa pun dia, karena terdakwa tidak menyebut si a dan si b. Siapa yang dimaksud? Siapa pun yang pakai Al-Maidah 51 untuk menerangkan kepada umat Islam untuk tidak memilih yahudi dan nasrani sebagai pemimpin umat Islam. Jadi, siapa saja, mulai Nabi, para sahabat, begitu juga para ulama. Yang ingin saya garis bawahi.

Keempat, “… macam-macam itu ….” konotasinya bisa disampaikan kepada orang atau kepada Alquran(nya). Macam-macam itu surat Al-Maidah 51, berarti ini pelecehan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.