Jumat, 25 September 2020

Inilah Makna Aulia Menurut Saksi Ahli Agama dalam Sidang Penistaan Agama

Inilah Makna Aulia Menurut Saksi Ahli Agama dalam Sidang Penistaan Agama

Foto: Imam Besar Umat Islam Indonesia yang dikukuhkan saat Kongres Nasional Alumni 212, Habib Muhammad Rizieq Syihab. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Saksi ahli agama dalam sidang lanjutan kasus penistaan agama, Habib Rizieq, menjelaskan makna dari kata ‘Aulia’ dalam surah Al-Maidah ayat 51, Selasa (28/2). Menurutnya, ahli tafsir salaf sepakat bahwa kata aulia setidaknya memiliki lima pengertian.

Lima pengertian itu ialah teman setia, orang kepercayaan, penolong, pelindung, dan pemimpin.

“Semua ahli tafsir salaf, saya katakan salaf maksudnya klasik. Semua ahli tafsir salaf sepakat apakah itu diartikan teman setia, orang kepercayaan, penolong, pelindung, pemimpin. Semua sepakat bahwa ayat tersebut sah dijadikan dalil haramnya orang kafir sebagai pemimpin bagi umat Islam,” jelas Rizieq.

Ia menjabarkan, pemimpin itu mempunyai arti dan makna lebih tinggi dibanding penafsiran lainnya. Contohnya ketika seseorang menjadi pemimpin, ia otomatis menjadi teman dekat.

Kenapa mereka tidak berbeda pendapat? Pertama, kalau menjadi orang setia atau orang kepercayaan saja tidak boleh, apalagi jadi pemimpin. Kenapa? Setiap teman setia belum tentu jadi pemimpin, tapi setiap pemimpin wajib jadi teman setia orang yang dipimpinnya,” terang Habib Rizieq.

“Pemimpin harus jadi teman setia rakyatnya. Begitu pun dalam konteks orang kepercayaan. Jadi, pemimpin ini artinya lebih tinggi. Kalau jadi pelindung dan penolong umat Islam saja tidak boleh, apalagi jadi pemimpin,” tegasnya. (JM)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.