Senin, 25 Januari 2021

Kebangkitan Islam, Pesan Politik Kunjungan Raja Salman ke Indonesia

Kebangkitan Islam, Pesan Politik Kunjungan Raja Salman ke Indonesia

Oleh Sarief Saefulloh*

Banner Iklan Swamedium

Jakarta, Swamedium.com — Kunjungan Raja Salman ke Indonesia sebagai pesan politik bangkitnya kekuatan dunia Islam.

Kunjungan Arab Saudi ke Indonesia tidak terlepas dari kondisi politik dan ekonomi global yang kian memanas antara blok Barat dan blok Timur. Bahkan, dualisme antara Arab Saudi dan Iran, antara Amerika, Cina, dan Rusia menjadi pemicu renggangnya kerjasama negara-negara di dunia, khususnya negara-negara berkembang, seperti Indonesia.

Motif kerenggangan tersebut tidak hanya dipicu oleh persoalan politik dan ekonomi, tetapi juga ideologi keagamaan antara Islam dan syiah, antara hegemoni dan investasi.

Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif (nonblok) dapat mengambil keuntungan pada konflik global tersebut, demi menjaga stabilitas ekonomi nasional, harmonisasi antarnegara, maupun ideologi. Seperti, tidak bergabungnya Indonesia pada Aliansi Militer Islam, mendukung kemerdekaan Palestina, dan berpartisipasi dalam perdamaian dunia.

Walau keputusan tersebut memicu reaksi pro dan kontra, Pemerintah tetap konsisten untuk tidak berpihak kepada kelompok mana pun. Walau realitasnya, keberpihakan Pemerintah terhadap gerakan Cina (penguasa infrastruktur dan penyelundup tenaga kerja) dan Iran (proyek oil company) terlihat nampak dan berimplikasi, Pemerintah masih berdalih bahwa itu hanya sebatas menjaga harmonisasi dan kepentingan ekonomi nasional.

Sebagai negara Muslim terbesar, Indonesia mengalami peristiwa yang tidak biasa, yaitu polemik kebangsaan yang muncul berujung pada aksi demonstrasi besar-besaran umat Islam untuk menuntut keadilan. Keterlibatan umat Islam bukan didorong atas paksaan dan kebencian terhadap negara, melainkan atas kesadaraan dan kecintaan terhadap agama, bangsa dan negara.

Gerakan umat Islam selama empat bulan tekahir menjadi isu hangat di tingkat nasional, bahkan internasional, karena lagi-lagi Islam dibuktikan oleh umatnya sebagai panutan dan ajaran yang toleran dan damai. Gerakan umat ini tidak sama sekali mengganggu ekonomi/investasi dan politik nasional, justru sebaliknya gerakan tersebut memicu negara-negara di dunia untuk berinvestasi di Indonesia karena dianggap sebagai negara aman, nyaman, dan damai. Hal tersebut kini dilakukan secara terbuka oleh Arab Saudi.

Kedatangan Raja Arab dan para pendampingnya ke Indonesia pada 1–9 Maret 2017 menjadi perbincangan hangat di semua lapisan masyarakat, bahkan negara pun dibuat sibuk karena jumlah rombongan yang banyak dan fasilitas yang masih dalam proses penyelesaian. Jumlah rombongan kurang lebih mencapai 1.500 orang dengan 10 menteri, 25 pangeran, serta para pengusaha Arab Saudi.

Berbagai agenda telah disiapkan, antara lain kunjungan kerja ke Istana, Parlemen, dan berlibur selama 4 hari di Bali. Arab Saudi merencanakan investasi besar-besaran di Indonesia yang mencapai kurang lebih Rp300 triliun. Ketertarikan sang Raja berinvestasi bukan tanpa alasan, selama ini mereka memantau kondisi umat Islam Indonesia yang toleran dan damai serta iklim positif pada ekonomi nasional.

Selain itu, motif yang lainnya didorong oleh situasi politik internasional, seperti renggangnya hubungan Amerika dan Arab Saudi; kuatnya koalisi Iran, Rusia, dan Cina; meredam hegemoni Amerika dan ideologi Iran di negara-negara Asia; Indonesia dianggap sebagai mitra strategis dan potensial dalam penguatan politik dan ekonomi Arab Saudi.

Untuk itu, kedatangan Raja Salman bukan sebatas investasi di bidang industri, ekonomi, ketahanan, perlindungan WNI, dan penambahan kouta haji, serta minyak bumi, melainkan juga untuk menyakinkan Indonesia bahwa Koalisi Militer Umat Islam yang digagas oleh Arab Saudi bukan untuk kepentingan kerajaan atau bangsa Arab, tetapi untuk kepentingan umat Islam, dan akan saling membantu negara-negara koalisi Islam baik politik, ekonomi, budaya, maupun ideologi, kedua inilah menjadi pesan politik Arab Saudi untuk mewujudkan Persatuan Dunia Islam.

Ini adalah peristiwa bersejarah bagi indonesia karena setelah 47 tahun lamanya Raja Arab Saudi tidak datang ke Tanah Air, dan hari ini sebagai bukti bahwa Islam akan bangkit menjadi kekuatan baru.

*Penulis merupakan Wakil Presiden Asosiasi Mahasiswa Muslim Asean (Asean Muslim Students Association, AMSA)

Red.: Pamungkas

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita