Wednesday, 26 February 2020

Kebangkitan Islam, Pesan Politik Kunjungan Raja Salman ke Indonesia

Kebangkitan Islam, Pesan Politik Kunjungan Raja Salman ke Indonesia

Oleh Sarief Saefulloh*

Jakarta, Swamedium.com — Kunjungan Raja Salman ke Indonesia sebagai pesan politik bangkitnya kekuatan dunia Islam.

Kunjungan Arab Saudi ke Indonesia tidak terlepas dari kondisi politik dan ekonomi global yang kian memanas antara blok Barat dan blok Timur. Bahkan, dualisme antara Arab Saudi dan Iran, antara Amerika, Cina, dan Rusia menjadi pemicu renggangnya kerjasama negara-negara di dunia, khususnya negara-negara berkembang, seperti Indonesia.

Motif kerenggangan tersebut tidak hanya dipicu oleh persoalan politik dan ekonomi, tetapi juga ideologi keagamaan antara Islam dan syiah, antara hegemoni dan investasi.

Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif (nonblok) dapat mengambil keuntungan pada konflik global tersebut, demi menjaga stabilitas ekonomi nasional, harmonisasi antarnegara, maupun ideologi. Seperti, tidak bergabungnya Indonesia pada Aliansi Militer Islam, mendukung kemerdekaan Palestina, dan berpartisipasi dalam perdamaian dunia.

Walau keputusan tersebut memicu reaksi pro dan kontra, Pemerintah tetap konsisten untuk tidak berpihak kepada kelompok mana pun. Walau realitasnya, keberpihakan Pemerintah terhadap gerakan Cina (penguasa infrastruktur dan penyelundup tenaga kerja) dan Iran (proyek oil company) terlihat nampak dan berimplikasi, Pemerintah masih berdalih bahwa itu hanya sebatas menjaga harmonisasi dan kepentingan ekonomi nasional.

Sebagai negara Muslim terbesar, Indonesia mengalami peristiwa yang tidak biasa, yaitu polemik kebangsaan yang muncul berujung pada aksi demonstrasi besar-besaran umat Islam untuk menuntut keadilan. Keterlibatan umat Islam bukan didorong atas paksaan dan kebencian terhadap negara, melainkan atas kesadaraan dan kecintaan terhadap agama, bangsa dan negara.

Gerakan umat Islam selama empat bulan tekahir menjadi isu hangat di tingkat nasional, bahkan internasional, karena lagi-lagi Islam dibuktikan oleh umatnya sebagai panutan dan ajaran yang toleran dan damai. Gerakan umat ini tidak sama sekali mengganggu ekonomi/investasi dan politik nasional, justru sebaliknya gerakan tersebut memicu negara-negara di dunia untuk berinvestasi di Indonesia karena dianggap sebagai negara aman, nyaman, dan damai. Hal tersebut kini dilakukan secara terbuka oleh Arab Saudi.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.