Senin, 20 September 2021

Mantan Agen CIA Bebas Atas Dukungan AS dan Italia

Mantan Agen CIA Bebas Atas Dukungan AS dan Italia

Lisboa, Swamedium.com — Seorang mantan agen CIA yang dihukum karena terlibat dalam penculikan seorang ulama Mesir di Italia pada 2003 telah dibebaskan oleh otoritas di Lisboa, Portugal, pada Rabu (1/3).

Banner Iklan Swamedium

Sabrina de Sousa, pemilik kewarganegaraan AS dan Portugal, sedang menunggu di bandara Lisboa untuk diterbangkan ke Italia pada Rabu. Ketika putusan pembebasannya tiba, ia dibebaskan.

Kejadian itu terjadi setelah presiden Italia memberikan maaf kepadanya secara khusus.

“Aku senang dengan perkembangan ini setelah dua tahun kasus ini mengacaukan pikiranku,” ungkap Sabrina sambil tersenyum kepada para wartawan saat ia keluar dari kantor polisi peradilan.

“Namun, ini masih belum tuntas, karena aku masih punya urusan di Italia. Dan kita harus menunggu bagaimana itu akan berlangsung.”

Dalam wawancara via telepon dengan Reuters, Sabrina menjelaskan bahwa kuasa hukumnya di Italia telah mengajukan permohonan untuknya, sehingga ia dapat menjalankan hukuman dengan bekerja selama tiga tahun di layanan masyarakat Italia sebagai pengganti hukuman penjara.

Sabrina memuji pemerintahan AS rezim Trump telah bekerja dengan baik dalam negosiasi dengan Italia untuk permintaan maafnya secara khusus.

Meskipun, ia tetap harus mendekam selama 10 hari di penjara Portugal.

Pemberian maaf secara khusus oleh presiden Italia, Sergio Mattarella, mengurangi hukumannya dari empat menjadi tiga tahun. Bahkan, itu berarti bahwa ia dapat mengajukan permohonan hukuman alternatif, selain penjara.

“Kami sedang menunggu keputusan pengadilan Italia tentang hukuman alternatif, selain penjara, yaitu bekerja di layanan masyarakat,” kata kuasa hukum Sabrina di Portugal, Manuel Magalhaes e Silva, yang menemani eks agen CIA itu keluar dari kantor polisi peradilan.

“Jaksa Milan mencabut perintah penahanan. Para agen interpol Italia yang berada di sini untuk membawanya telah diberi tahu dan kemudian ekstradisi tidak terjadi,” jelas Manuel sebelumnya. Setelah itu, pengadilan di Lisboa memerintahkan bahwa Sabrina dibebaskan.

Sabrina merupakan salah seorang dari 26 orang yang dinyatakan bersalah dalam peradilan in absentia atas penculikan Hassan Mustafa Osman Nasr di suatu jalanan di Milan pada 2003.

Baca juga: Setelah Bersalah Atas Penculikan Ulama Mesir, Mantan Agen CIA Bebas dari Ekstradisi

Manuel mengatakan bahwa Sabrina sepertinya diizinkan untuk bekerja selama tiga tahun di layanan masyarakat sebagai pengganti hukuman penjara, bahkan dia dapat menjalaninya di Portugal (bukan di Italia), sesuai dengan peraturan Uni Eropa.

Ia menjelaskan bahwa kliennya itu ingin membersihkan nama baiknya dan mungkin akan naik banding atas beberapa hal.

CIA dan kantor direktur intelijen nasional menolak untuk berkomentar atas kasus tersebut.

Menurut Sabrina, kasusnya dapat merugikan berbagai operasi intelijen AS dengan mencoba menghalangi para petugas muda CIA dari perlindungan pejabat AS karena pemerintahan Obama menolak untuk menuntut imunitas diplomatik–penyamaran Sabrina sebagai diplomat AS–demi kepentingan untuk melindunginya serta menolak memperjuangkannya terhadap hukuman Italia.

Sedangkan, rezim Obama melindungi para petugas senior Agensi yang mengizinkan dan mengawasi operasi Abu Omar yang tidak dipertimbangkan dengan baik, katanya.

“Setiap pemerintahan sebaiknya berjuang dengan gigi dan kuku demi kepentingan kami karena sekali Anda membuat diplomat bersalah, Anda akan menunduk pada jalanan itu lagi,” tutur Sabrina.

Keterangan foto: Manuel Magalhaes e Silva dan Sabrina de Sousa saat meninggalkan kantor polisi peradilan di Lisboa, Portugal, pada Rabu (1/3). (Pedro Nunes/Reuters)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita