Wednesday, 26 February 2020

Ribuan Muslim Pakistan Peringati Syahidnya Pahlawan Pembunuh Gubernur Pendukung Penista Islam

Ribuan Muslim Pakistan Peringati Syahidnya Pahlawan Pembunuh Gubernur Pendukung Penista Islam

Islamabad, Swamedium.com — Ribuan Muslim Pakistan beraksi memperingati wafatnya seorang pria yang dieksekusi karena telah membunuh gubernur yang mendukung penistaan terhadap Islam.

Mumtaz Qadri dihukum mati pada 29 Februari 2016. Ia dihukum karena telah membunuh Salman Taseer, gubernur Punjab.

Mumtaz merupakan salah seorang pengawal pribadi Salman. Ia membunuh Salman karena atasannya itu menghendaki revisi terhadap peraturan tentang penistaan agama sekaligus mendukung seorang wanita kristen penista Islam yang telah dihukum mati.

Setelah ditahan, Mumtaz menjadi seorang pahlawan bagi umat Islam karena ia telah membela Islam dengan membunuh penista agama dan pendukungnya.

Meskipun keamanan ditingkatkan pada Rabu (1/3) dan polisi menutup seluruh jalanan, umat Islam berjejal-jejalan mengenang Mumtaz di pinggiran Ibu Kota, Islamabad.

Menurut polisi, 3.000 hingga 4.000 orang berkumpul.

“Para pengunjuk rasa beraksi dengan tenteram dan mereka membubarkan diri setelah beberapa orator selesai berpidato,” kata seorang polisi kepada Reuters.

Pemerintah Daerah Punjab mengatakan pada Selasa (27/2) bahwa para pengunjuk rasa tidak akan diizinkan beraksi di Kota Punjab.

Penistaan agama merupakan hal yang sensitif di Pakistan. Penghina Islam atau Rasulullah Muhammad ﷺ idealnya mendapat hukuman mati.

Lebih dari 100 orang didakwa karena penghinaan agama dan dipenjara. Sebagian besar dari terpidana itu adalah penganut kristen.

Selama Pakistan tidak menghukum mati para terdakwa penista agama, beberapa kasus main hakim sendiri berlangsung. Peradilan hanya memenjarakan mereka.

Asia Bibi, wanita kristen penista Islam, berada di penjara. Upaya naik banding terakhirnya batal ketika sang hakim mengundurkan diri, khawatir konflik kepentingan.

Keterangan foto: Ribuan Muslim berkumpul di sekitar makam Mumtaz Qadri di pinggir Kota Islamabad, Pakistan, pada Rabu (1/3). (Faisal Mahmood/Reuters)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.