Jumat, 25 September 2020

Serang Konvoi Bantuan Kemanusiaan, Rezim Syiah Suriah Lakukan Kejahatan Perang

Serang Konvoi Bantuan Kemanusiaan, Rezim Syiah Suriah Lakukan Kejahatan Perang

Jenewa, Swamedium.com — Para investigator PBB menyatakan pada Rabu (1/3) bahwa pemerintah rezim syiah Suriah telah melakukan kejahatan perang karena mereka dengan sengaja mengebom dan memberondong konvoi kemanusiaan di Aleppo. Serangan itu menewaskan 14 pekerja kemanusiaan sekaligus menghentikan operasi bantuan kemanusiaan.

Tentara syiah Suriah dan Rusia melakukan serangan udara harian terhadap para pejuang Muslim Suriah di Aleppo timur sejak Juli 2016. Akibatnya, serangan itu telah menewaskan ratusan orang dan menghancurkan rumah-rumah sakit menurut laporan PBB.

Panti-panti asuhan, sekolah-sekolah, dan rumah-rumah telah lenyap, kata ketua panel pada konferensi pers.

Tim PBB siap membagikan daftar konfidensial tentang para terduga kepada sebuah badan PBB di Suriah untuk penuntutan kejahatan perang yang didirikan di Jenewa.

Komisi penyelidikan PBB melaporkan kejadian per Juli hingga Desember 2016 berdasarkan 291 wawancara dengan para korban dan saksi mata serta analisis fakta-fakta forensik dan citra satelit.

Helikopter-helikopter rezim syiah Suriah meluncurkan bom-bom klorin–senjata yang haram digunakan–di Aleppo, sehingga menewaskan ratusan warga sipil.

Para investigator mendakwa rezim syiah Suriah telah merencanakan dengan cermat dan dengan kejam melancarkan serangan udara kepada konvoi PBB dan palang merah Suriah di Orum al-Kubra di pedesaan di Aleppo barat pada 19 September 2016.

“Dengan menggunakan perlengkapan militer udara dan mengetahui bahwa para pekerja kemanusiaan sedang beroperasi di lokasi, tentara syiah Suriah dengan sengaja telah melakukan kejahatan perang karena menyerang personel bantuan kemanusiaan, menolak bantuan kemanusiaan, dan menyerang warga sipil,” tulis laporan PBB tersebut.

Para korban yang selamat menggambarkan tiga tahap serangan yang dikuatkan dengan bukti foto-foto dan analisis satelit.

“Pertama, helikopter-helikopter menjatuhkan sejumlah barrel bomb yang mengenai sebuah gudang dan sebuah rumah di dekatnya … Setelah itu, pesawat-pesawat tempur, digambarkan oleh beberapa saksi mata sebagai jet Sukhoi, melancarkan serangan udara, membunuh beberapa pekerja bantuan kemanusiaan. Terakhir, pesawat tempur itu menembakkan para korban yang selamat.” (ais)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.