Wednesday, 19 February 2020

Setelah Bersalah Atas Penculikan Ulama Mesir, Mantan Agen CIA Bebas dari Ekstradisi

Setelah Bersalah Atas Penculikan Ulama Mesir, Mantan Agen CIA Bebas dari Ekstradisi

Lisboa, Swamedium.com — Seorang mantan petugas CIA yang telah dinyatakan bersalah karena keterlibatannya dalam penculikan seorang ulama Mesir, Hassan Mustafa Osman Nasr, di Italia dibebaskan dari hukuman deportasi dari Portugal pada Rabu (1/3).

Sabrina yang berkewarganegaraan AS dan Portugal itu ditahan pada pekan lalu. Ia hampir diterbangkan dari bandara Lisboa ke Italia.

“Ia berada di bandara pagi ini untuk diterbangkan ke Italia, tetapi tidak lama di sana … Sekarang ia berada di kantor polisi peradilan di Lisboa, tetapi akan dibebaskan pada hari ini,” kata Manuel Magalhaes e Silva, kuasa hukum Sabrina, kepada Reuters.

“Jaksa Milan mencabut perintah penahanan. Para agen interpol Italia yang berada di sini untuk membawanya telah diberi tahu dan kemudian ekstradisi tidak terjadi,” lanjutnya.

Sabrina merupakan salah seorang dari 26 orang yang dinyatakan bersalah dalam peradilan in absentia atas penculikan Hassan di suatu jalanan di Milan pada 2003.

Hasan diculik ke Mesir untuk diinterogasi dengan metode yang tidak biasa, bagian program mantan presiden AS, George W. Bush, yang memerangi terorisme.

Sabrina senantiasa mengaku tidak bersalah. Ia menyatakan bahwa dirinya berada di pegunungan di luar Milan pada hari penculikan tersebut.

Presiden Italia, Sergio Mattarella, memberikan maaf kepada Sabrina secara khusus pada Selasa (28/2). Sergio mengurangi hukuman penjara untuk Sabrina dari empat menjadi tiga tahun dan ia pun dapat mengajukan hukuman alternatif, selain hukuman penjara.

Sebelumnya, Sabrina optimistis bahwa ekstradisi akan dihentikan setelah ia meminta bantuan kepada pemerintahan AS di Gedung Putih menurut Manuel.

Agen wanita itu meninggalkan CIA pada 2009. Ia ditahan di Portugal pada Oktober 2015 atas permintaan jaksa Milan. Bahkan, paspornya disita. (ais)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.