Minggu, 20 September 2020

Banjir Merendam Pangkalan Lima Puluh kota

Banjir Merendam Pangkalan Lima Puluh kota

Limapuluhkota, Swamedium.com– Curah hujan yang tinggi beberapa hari ini mengakibatkan Banjir dan Longsor di Sumatera Barat semakin meluas.

Salah satu wilayah yang terdampak banjir paling parah adalah Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dari foto yang dirilis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Nagari Pangkalan tampak seperti danau berwarna cokelat. Terlihat air telah menggenangi rumah-rumah penduduk dengan ketinggian lebih dari 2 meter.

Kawasan hunian itu hanya terlihat bagian gentengnya saja. Di sekelilingnya tampak pohon-pohon rindang yang hanya terlihat bagian ujungnya saja.

“Diperkirakan 400 rumah terendam banjir,” tulis Sutopo di akun twitternya Selasa (9/2).

Daerah Sumbar yang dilanda banjir dan longsor adalah Solok, Agam, Solok Selatan, dan Lima Puluh Kota. Banjir dan longsor di Solok Selatan terjadi di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Pagu, Kecamatan Pauh Duo, dan Kecamatan Sangir. Banjir dan longsor ini menyebabkan jalan Muaralabuh-Padang Aro Kerinci putus total. Di Kabupaten di Lima Puluh Kota, banjir merendam 100 rumah.

Sampai saat ini di lokasi masih turun hujan. Jalan Payakumbuh – Pekanbaru terputus dikarenakan tiang listrik tumbang di Lubuak Bangku dan menghambat jalan. Dua longsor tebing menjelang Pangkalan, dan Banjir di Pangkalan.

Kondisi Pangkalan dan Muaro Paiti lumpuh total dan terisolasi, karena akses jalan dari Payakumbuh longsor dan akses terputus di kelok 17 (nagari koto alam).

Daerah Pangkalan (Sopang) Diperkirakan tidak kurang 5 Dusun terisolir akibat banjir. Pendataan Pengungsi belum dilakukan karena lokasi belum bisa dijangkau.

“Tim Disaster Emergency Responce (DERM) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) dari Sumatera Barat dan Pekanbaru sedang bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pendataan, membantu Evakuasi masyarakat dan penanganan darurat dan bantuan lainnya,” ujar Ahmad Rivai, koordinator aksi dari ACT. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.