Selasa, 26 Oktober 2021

Pipo, Maestro Baru Timnas Thailand

Pipo, Maestro Baru Timnas Thailand

Bangkok, Swamedium.com– Thailand, Negeri Gajah Putih itu, dikenal banyak melahirkan penyerang-penyerang bagus. Dan rata-rata menjadi bintang di jamannya.

Banner Iklan Swamedium

Era 1970an ada nama Niwatana Sesaswadi. Era 1980an ada Vitaya Laohakul, ditempel nama besar Piyapong Pue-On.

Era 1990, saat modernitas sepakbola terus menjamah Asia Tenggara, sederet penyerang hebat juga lahir dari bumi Thailand. Ada Worawut Srimaka (kini Direktur Teknis Suphanburi FC), ada Nathipong Sritong-in (kini pebisnis di Amerika) hingga Kiatisuk Senamuang (kini head coach Timnas Thailand).

Era 2000an banyak nama bintang juga bermunculan. Nama Pipop On-mo harus saya sebut; striker boncel mirip Tugiyo yang pernah bermain untuk Persisam Samarinda.

Kemudian, bermunculan nama-nama yang jauh lebih booming. Ada Teerasil Dangda yang pernah di-loan Muang Thong ke Almeira FC Spanyol. Ada Theeratep Winnotai yang cetar membahana.

Termasuk Si Mungil Messi-J, Channatip Songkrasin— tinggi hanya 158cm tapi sudah tiga kali bawa Thailand ke final Piala AFF dengan dua kali sebagai Pemain Terbaik.

Messi-J sekarang sedang dipinjamkan Muang Thong ke Sapporo Consale di J.1 menggantikan posisi Irfan Bachdim yang kini berkarir di Bali United.

Tapi, kali ini, saya harus menyebut nama ini: Siroch Chattong. Dia adalah striker lain Thailand yang sedang booming. Striker masa kini dan masa nanti Thailand.

Susah menyebut namanya? Panggil dia Pipo, striker raksasa Thailand, 184 cm, yang dua golnya memupus mimpi Indonesia menjuarai Piala AFF 2016 lalu.

Saya menemui Pipo di Suphanburi, dua jam perjalanan dari pusat kota Bangkok, minggu lalu. Pipo adalah tipikal striker masa depan Thailand. Masih 23 tahun, Pipo digadang-gadang sebagai maestro baru Thailand yang komplit.

Dia petarung, piawai di udara, finisher yang bagus dan penetrasinya mematikan. Pipo disebut sebagai perpaduan Dangda yang stylish dan Channatai yang lincah.

Pipo ditemukan Scott Cooper, pelatih Ubon UMT United dua tahun lalu saat dia masih di Nothanburi.

“Saya penggemar striker berpostur besar,” kata Scott, bekas pelatih Buriram dan Muang Thong yang juga pernah menangani TimNas Inggris U-15 itu.

Polesan dan sodoran kepercayaan Scott membuat Pipo tumbuh cepat hingga dia dilirik Kiatisuk masuk skuad TimNas Thailand.

“Scott memberi saya warna banyak. He is the best one,” kata Pippo.

Berminat ke Indonesia? Pipo, lalu, menjabat tangan saya. Semoga itu bisa dimengerti. Hihihii.. (hardimen koto/pemerhati bola)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita