Rabu, 30 September 2020

Apakah yang Raja Salman Cari di Asia?

Apakah yang Raja Salman Cari di Asia?

Raja Salman (Manuel Lopez Figueroa/Reuters)

Oleh Ankit Panda*

Jakarta, Swamedium.com — Ketika Raja Salman berkunjung ke Asia, ini patut diingat bahwa Riyadh mempertimbangkan ke arah timur tidaklah mendadak, tetapi tersimpan sebuah rencana strategis menggabungkan antara prioritas rencana transformasi nasional (the National Transformation Plan, NTP) dengan agenda global Arab Saudi yang lebih luas.

Pada hari-hari terakhir Februari 2017, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, didampingi oleh 600 delegasi tangguh, memulai perjalanan selama sebulan ke Asia Pasifik, yaitu Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Jepang, Tiongkok, dan Maladewa, serta Yordania.

Raja-raja Kerajaan Arab Saudi (KAS) jarang melakukan kunjungan regional seambisius itu, tetapi apa yang dilakukan oleh Raja Salman ialah sebuah lanjutan dari ambisi yang tidak dapat dijangkau oleh KAS di Asia Pasifik sejak wafatnya Raja Abdullah pada 2015.

Media negeri KAS dan Istana telah menggambarkan perjalanan itu terutama berhubungan dengan urusan energi dan investasi, tetapi konteks geopolitik yang lebih luas mendorong tur regional sebulan yang jarang ini untuk melihat lebih dekat.

Perjalanan Raja dapat terdiri menjadi dua bagian: Tiongkok dan Jepang akan memenuhi kumpulan prioritas, sedangkan perjalanan ke Malaysia, Indonesia, dan Maladewa akan memenuhi yang lainnya.

Tiongkok dan Jepang
Pertama, ketika harga minyak mentah mulai pulih dari titik nadirnya pada akhir 2015 hingga awal 2016, Riyadh tetap berkomitmen dengan rencana jangka panjangnya untuk mengurangi ketergantungannya kepada penghasilan dari minyak. Dalam proyek itu, KAS akan membutuhkan partner dan investor dari region Asia Pasifik yang bersedia.

NTP–gagasan Mohammed bin Salman–mengandung hampir 350 target bagi lembaga-lembaga pemerintahan yang akan memerlukan investasi asing langsung berkelanjutan.

Sesungguhnya, kunjungan Raja Salman harus dilihat sebagai kulminasi gerakan yang diberlakukan oleh Wakil Putra Mahkota, Mohammad bin Salman al-Saud, pada semester kedua 2016, ketika NTP dilancarkan, segera diikuti oleh kunjungannya ke Tiongkok dan Jepang secara khusus.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.