Kamis, 15 April 2021

Banksy Buka Hotel Berisi Karya Seninya di West Bank

Banksy Buka Hotel Berisi Karya Seninya di West Bank

Bayt Lahm, Swamedium.com — Seniman atau perupa terkemuka asal Inggris, Banksy, membuka sebuah hotel di Kota Bayt Lahm, Tepi Barat, Palestina, pada Jumat (3/3).

Banner Iklan Swamedium

Hotel berisi karya-karya seniman jalanan itu berada di seberang salah satu menara pengawas tentara kolonialis Israel dan tembok beton pembatas di Tepi Barat.

Sebelumnya, bangunan yang terdiri dari tiga lantai itu merupakan lokakarya tembikar. The Walled off hotel menyerupai klub pria Inggris zaman kolonial.

Di depan pintu masuk ada patung simpanse pelayan hotel. Dinding ruang tidur, bar, koridor, dan lain-lain berdekorasi karya grafiti stensil sang perupa anonim, seperti gambar seorang tentara kolonialis Israel tengah bertarung bantal dengan seorang pemuda Palestina bertutup kepala.

Bangunan itu merupakan sebuah hotel, museum, dan galeri dengan karya-karya seni dan kritik cermelang sang seniman dalam satu kesatuan terpadu. Dipersiapkan secara rahasia selama 14 bulan terakhir ini, sepertinya otoritas militer kolonialis sekalipun tidak menyadarinya.

Banksy pertama kali mengunjungi Bayt Lahm pada 2005, lalu 2007. Ia meninggalkan sejumlah karya seninya pada tembok pembatas, sehingga menjadi daya tarik wisata.

Banksy yang identitas aslinya tidak diketahui menggambarkan tamu hotel akan memiliki pemandangan paling buruk dibandingkan hotel yang lainnya di dunia. Setiap ruangan menghadap tembok pembatas yang merupakan simbol penindasan terhadap bangsa Palestina. Bahkan, sepuluh ruangannya hanya mendapatkan sinar matahari langsung selama 25 menit setiap harinya.

Kolonialis Israel mulai membangun tembok itu pada 2002 ketika puncak pemberontakan bangsa Palestina yang mengguncang permukiman Israel dengan bom bunuh diri.

Bangsa Palestina menjulukinya sebagai tembok apartheid. Sementara itu, kolonialis Israel ingin merampas Tepi Barat, selain Jalur Gazza, demi mewujudkan Israel Raya.

Pernyataan Banksy menyebutkan bahwa hotel menawarkan sambutan hangat kepada semua orang dari semua pihak yang berkonflik maupun dari seluruh dunia.

Hotel mulai dibuka untuk penginap pada 11 Maret 2017. Pemesanan kamar dilakukan melalui situs web walledoffhotel.com. Tarif kamar mulai $30/malam.

“Saya ingin mengundang semua orang datang ke sini, mengundang warga sipil Israel untuk mengunjungi kami di sini,” kata Wisam Salsaa, manajer hotel.

“Kami harap mereka mempelajari lebih jauh tentang kami, karena saat mereka mengenal kami, itu akan mematahkan stereotip dan semuanya akan berubah,” lanjutnya.

Walaupun Banksy memilih lokasi di Area C–yang secara formal dikuasai oleh militer Israel–Bayt Lahm, warga sipil Israel akan sulit menjangkaunya karena terletak hanya beberapa langkah dari Area A (teritori Palestina, selain Area B) yang ilegal dimasuki oleh mereka.

Menurut pernyataan Banksy, akuntannya khawatir sebagian orang akan sangat takut bepergian ke Tepi Barat, tetapi perupa yang juga aktivis politik dan direktur film independen itu mengingatkannya akan proyek terbesar terakhirnya di Weston-super-Mare, Inggris, yakni Dismaland, pada 21 Agustus–27 September 2015. Taman hiburan itu ialah wujud kecaman atas Disneyland. (*/ais)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita