Jumat, 25 September 2020

Golkar Tidak Akan Lindungi Kadernya Yang Terlibat Korupsi e-KTP

Golkar Tidak Akan Lindungi Kadernya Yang Terlibat Korupsi e-KTP

Jakarta, Swamedium.com– Politisi Partai Golkar, Yorrys Raweyai menjamin jika pihaknya tidak akan melindungi bila ada kadernya yang terlibat kasus dugaan mega korupsi proyek e-KTP.

“Golkar sejak era reformasi terdepan dalam pemberantasan korupsi, ini komitmen kita. Siapa saja yang terjerat, tidak akan kita lindungi,” katanya, Sabtu (4/3).

Dirinya pun menyebutkan, bahwa partainya tidak akan main-main bila nantinya memang ada petinggi partai beringin yang terjerat.

“Ini komitmen kami untuk KPK, Golkar terdepan mengawal KPK dalam pemberantasan korupsi di kasus e-KTP,” ujar Yorrys.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo berharap tidak terjadi guncangan politik akibat perkara dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 2 triliun itu.

“Mudah-mudahan tidak ada guncangan politik yang besar ya, karena namanya yang akan disebutkan memang banyak sekali,” ujar Agus di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat (3/3) sore.

Agus menyebutkan, memang akan ada nama-nama besar yang bakal mengejutkan.

“Nanti Anda tunggu. Kalau Anda mendengarkan dakwaan dibacakan, Anda akan sangat terkejut. Banyak orang yang namanya disebut di sana. Anda akan terkejut,” ujar Agus.

Dirinya pun menuturkan, penyebutan nama-nama besar yang terlibat perkara itu berarti juga akan membuka kembali penyelidikan yang baru.

“Nanti secara periodik. Kami (laksanakan) secara berjenjang, ini dulu, habis ini siapa, (proses) itu ada ya,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah menyatakan nama-nama yang muncul di dakwaan bisa berasal dari 3 sektor.

“Ada tiga cluster besar dalam kasus e-KTP ini, dan ketiganya itu mulai dari sektor politik, birokrasi, dan swasta,” ucap Febri.

Kasus e-KTP sendiri akan segera disidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta. Sidang perdana digelar pada Kamis, 9 Maret 2017. Majelis hakim terdiri dari, John Halasan Butar Butar, Franki Tambuwun, Emilia, Anshori, dan Anwar. John Halasan Butar Butar akan menjadi ketua majelis hakim. Persidangan akan mengadili 2 terdakwa, yaitu Irman dan Sugiharto. Keduanya merupakan mantan pejabat di Kementerian Dalam Negeri ketika proyek e-KTP bergulir. (JM/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.