Senin, 28 September 2020

Kemenlu: Dana Kompensasi Musibah Crane Tunggu Data Negara Lain

Kemenlu: Dana Kompensasi Musibah Crane Tunggu Data Negara Lain

Jakarta, Swamedium.com– Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengakui, jika dana kompensasi bagi korban jatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekkah, pada September 2015, tertunda karena masih menunggu pendataan jamaah negara lain.

Hal itulah yang diungkapkan Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal dalam pers rilisnya, Jakarta, Sabtu (4/3).

Dirinya menyebutkan, jika pemerintahan Arab Saudi ingin membayarkan uang kompensasi sekaligus. “Mereka menginginkan model pembayaran serentak, yakni bersamaan dengan seluruh jamaah haji dari seluruh negara yang turut menjadi korban,” ungkapnya.

Namun demikian, ini terkendala oleh adanya korban dari negara lain yang terlambat menyampaikan dokumen yang diperlukan.

Iqbal pun mengklaim, bahwa Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi selalu mengungkit kompensasi itu dalam pertemuan bilateral dengan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Pihaknya juga menyampaikan nota tertulis yang menyatakan bahwa proses verifikasi korban WNI telah selesai dilakukan dan tinggal menunggu penerbitan cek oleh Kementerian Keuangan Arab Saudi.

“Saat ini pemerintah Arab Saudi pun telah membentuk tim untuk mempercepat proses pembayaran kompensasi tersebut,” jelasnya.

Seperti diketahui, sejumlah korban jatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekkah, mulai menagih janji Arab Saudi untuk membayar kompensasi.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menjanjikan akan menyalurkan kompensasi senilai 1 juta riyal atau Rp 3,8 miliar untuk korban crane yang meninggal, sementara untuk cacat fisik sebesar 500.000 riyal atau Rp 1,9 miliar.

Tidak hanya itu, pihak keluarga yang ditinggalkan juga dijanjikan menunaikan ibadah haji sebanyak dua orang.

Pada pertengahan Januari lalu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Pemerintah Arab Saudi sudah menugaskan tim yang diketuai Gubernur Mekkah untuk mendata identitas korban crane.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.