Jumat, 02 Oktober 2020

Perjalanan Menggapai Puncak Sejati Raung

Perjalanan Menggapai Puncak Sejati Raung

Wonorejo, Swamedium.com– Malam itu angin begitu keras berhembus, suara raungannya, dinginnya, menelan habis tubuh-tubuh kami yang berjalan terseok-seok di bibir kawah selepas menapaki Puncak Sejati Raung. Kabut perlahan pergi, bulan purnama, bintang-bintang, menampakkan keindahannya. Di kejauhan nampak kerlap-kerlip lampu, suasana kota, dan pancaran cahaya lampu kapal laut yang tengah bersandar di pelabuhan.

Hari ke 1
Akhirnya, jadi juga tim kami yang berjumlah 5 orang mendaki Gunung Raung dengan target Puncak Sejati. Semua data telah berhasil dikumpulkan. Catatan-catatan perjalanan tim terdahulu tak ada habis-habisnya kami bedah bersama. Dengan menggunakan Kereta Gumarang pukul 18.11 WIB, kami pun meninggalkan Jakarta menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Hari ke 2
Pukul 06.50 WIB, kereta yang membawa kami tiba di Stasiun Surabaya Pasar Turi. Setelah mandi di toilet umum stasiun, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gubeng menggunakan jasa angkutan yang banyak ditawarkan di area stasiun tersebut.

Bapak-bapak berkumis dengan ramah menyapa kami, “Mau kemana, Mas? Stasiun Gubeng? Ayo, berangkat, Mas.”

Dua puluh menit kemudian, kami pun tiba di Stasiun Gubeng. Sementara, Kereta Ekonomi Sri Tanjung untuk tujuan Kalibaru baru akan berangkat pukul 15.10 WIB, berarti kami harus bersabar menunggu hingga 5 jam.

Pukul 15.10 WIB, kami meninggalkan Gubeng menuju Kalibaru dengan Kereta Sri Tanjung. Sebenarnya, untuk bisa mencapai Puncak Sejati, ada dua pilihan jalur yang bisa dilalui, jalur Kalibaru yang dirintis oleh tim Pataga Surabaya (SBY) dan jalur Glenmore yang sempat dibuka oleh beberapa tim, di antaranya oleh Mapala UI dan Satu Bumi. Tim kami memilih lintasan Kalibaru dengan entry point (titik masuk) Desa Wonorejo.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.