Senin, 01 Juni 2020

Tim SAR Masih Terus Cari Korban Lain Longsor Pangkalan

Tim SAR Masih Terus Cari Korban Lain Longsor Pangkalan

Pangkalan, Swamedium.com— Sampai Sabtu (4/3) sore, Tim SAR gabungan masih terus mencari korban yang tertimbun tanah longsor di Kenagarian Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar. Minimnya informasi posisi soal korban lain, membuat kendala tim.

Salah seorang anggota tim SAR dari Gurila Rescue Sumbar, Budi Sukmadianto kepada swamedium.com menyebutkan korban jumlah korban tanah longsor di jalan lintas Sumbar-Riau sebanyak tujuh orang. Lima diantaranya meninggal, dan dua lagi luka berat.

“Saat ini hujan mulai turun di daerah Pangkalan, ini salah satu kendala yang dihadapi tim di lapangan,” kata Budi, Sabtu (4/3) sore.

Dari pencarian yang dilakukan sejak Jumat Sore kemarin hingga Sabtu sore, tim baru menemukan sembilan kenderaan yang tertimbun tanah longsor. Tim SAR gabungan dari berbagai unsur TNI, Polisi, BPBD, dan masyakarat baru menemukan 7 korban, 5 meninggal (bukan 6 seperti berita sebelumnya, ralat) dan 2 selamat.

“Diperkirakan jumlah korban masih bertambah, melihat banyaknya laporan kenderaan yang tertimbun bersama longsoran. Tapi karena area longsor begitu luas dan dalam, dan minimnya informasi, tim jadi kesulitan mencari korban lain,” tambah Budi.

Ke tujuh korban yang sudah dievakuasi adalah; Doni Fernandes (31) asal Gasan Gadang Kabupaten Padang Pariaman, Teja (19) Nagari Tigo Jangko Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar, Yoga Saputra (23) Lintau Buo, Mukhlis alias Ujang (45) Pangkalan, dan Karudin (25) asal Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Ke lima nama ini ditemukan meninggal dunia.

Lalu Syamsul Bahri (22) asala Gasan Gadang, Padang Pariaman dan Candra (42) asal Sungai Geringging, Padang Pariaman, keduanya selamat dengan kondisi luka berat. (dr)

Foto: Tim SAR masih melakukan pencarian korban lain di lokasi longsor Pangkalan (foto Budi Sukmadianto)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.