Kamis, 01 Oktober 2020

Waduk Koto Panjang Status Bahaya, Masyarakat Pantau Ketinggian Air Sungai Kampar

Waduk Koto Panjang Status Bahaya, Masyarakat Pantau Ketinggian Air Sungai Kampar

Jakarta, Swamedium.com— Manajemen PLTA Koto Panjang menetapkan status waduk dalam kondisi bahaya. Saat ini ketinggian air sudah diatas yang diizinkan 80 mdpl, yakni 82,50 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Manajer SDM dan Umum PT PLN Wilayah Riau Kepri Dwi Suryo Abdullah dalam siaran persnya menyebutkan, sejak Sabtu (4/3) subuh pukul 06.00 WIB, status waduk sudah dalam bahaya.

Tingginya debit air yang masuk ke dalam waduk, terutama dari wilayah Kabupaten Limapuluh Kota yang saat ini dilanda banjir, membuat ketinggian air dalam waduk meningkat drastis. Akibatnya, pihak PLTA terpaksa membuka lima pintu air kea rah Sungai Kampar.

“Bagi seluruh warga yang tinggal di sekitar sungai kampar dihimbau tidak berada di pinggiran Sungai Kampar mengingat laju arus air sungai dari waduk Koto Panjang sudah deras.
Demikian kami sampaikan untuk keselamatan kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai Kampar sudah terlihat waspada sejak pada hari Jum’at (3/3) kemarin, ketika untuk pertama kali lima pintu air dibuka. Sampai Sabtu (4/3) siang, masyarakat tampak siaga memantau kenaikan air sungai.

Daerah paling awal terkena banjir, karena meningkatnya debit air Sungai Kampar adalah Desa Sipungguk , Kelurahan Pulau, Binuang, Uwai dan Pulau Lawas.

Selain warga, aparat kepolisian dari Polres Kampar juga sudah bersiaga dengan perahu karet di beberapa lokasi untuk mengevakuasi warga yang membutuhkan jika terjadi banjir.

Sampai berita ini diturunkan, pukul 15.00 WIB, belum ada laporan daerah di Kampar yang terkena banjir akibat luapan Sungai Kampar. (dr)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.