Kamis, 15 April 2021

Kisah Seorang Tokoh Liverpudlian yang Memeluk Islam

Kisah Seorang Tokoh Liverpudlian yang Memeluk Islam

Liverpool, Swamedium.com – William Henry Quilliam (lahir 10 April 1856 di Liverpool dan meninggal 23 April 1932 di London) merupakan ilmuwan terkemuka yang pada akhirnya menjadi mualaf. Dia mengubah namanya sebagai Abdullah Quilliam yang kemudian diubah lagi menjadi Henri Marcel Leon atau Haroun Mustapha Leon. Akan tetapi, nama Abdullah Quilliam digunakan untuk merujuk dirinya secara resmi.

Banner Iklan Swamedium

Pendiri masjid dan Islamic Centre pertama di Inggris ini adalah seorang filologis, ahli geologi, sejarah purba dan mitos, dan teologi berbagai agama.

“…. Di antara umat Islam tidak ada istilah, seperti Turki, Arab, Kurdi, Ajam, Afghanistan, India, atau Inggris. Mereka semua Muslim, dan sesungguhnya mukmin sejati itu bersaudara. Islam dibangun di atas Keesaan Allah, kesatuan agama-Nya, dan persatuan umat Islam. Sejarah menunjukkan bahwa mukmin sejati tidak pernah kalah saat mereka tetap bersatu, tetapi [kalah] hanya jika perpecahan merayap ke dalam barisan mereka. ….” Itulah pernyataan Quilliam yang dimuat majalah the Crescent pada 1896.

Quilliam merupakan keturunan Manx—suku bangsa yang berasal dari Pulau Man (the Isle of Man) di Laut Irlandia yang pada awalnya adalah bangsa Kelt (Celts) dan mendapatkan pengaruh besar dari orang Norsemen dan bangsa Inggris—dan tumbuh sebagai Wesleyan methodist (umat aliran kristen protestan yang berusaha untuk mengikuti metode atau teologi reformis evangelis abad kedelapan belas, John Wesley, dan saudaranya Charles Wesley), tetapi kemudian menjadi penganut unitarianism—ajaran yang menegaskan bahwa tuhan merupakan satu persona, bertentangan dengan trinitas (trinitarianism) yang menetapkan tuhan sebagai tiga sosok yang pada hakikatnya berdampingan dalam satu kesatuan.

Ayah Quilliam, Robert Quilliam, adalah seorang tukang arloji. Quilliam bersekolah di Liverpool Institute dan King William’s College.

Pada Oktober 1873, dia mengajukan permohonan kepada Alderman William Radcliffe (kelak menjadi Wali Kota Liverpool) agar dapat belajar ilmu hukum di Firma William Radcliffe and Smith. Saat berusia 17 tahun itu, Quilliam sempat mengunjungi Maroko dalam rangka pemulihan kesehatannya karena penyakit dan kelak menjadi mualaf sepulang dari negeri Muslim di benua Afrika itu. Dia menjalani karier sebagai penulis artikel berbagai surat kabar dan majalah, reporter cadangan pada Liverpool Albion, dan editor surat kabar Good Templar serta majalah The Porcupine saat berusia 20 tahun. Pada periode ini akhirnya dia diterima untuk belajar ilmu hukum.

Pada November 1878, dia lulus ujian akhir dan sebulan kemudian dia diakui sebagai pengacara. Sejak 16 Desember 1878, dia bekerja untuk dirinya sendiri sebagai pengacara yang berkantor di Jalan Church Nomor 28 Liverpool sambil melanjutkan pekerjaan jurnalistiknya hingga 1884.

Pada 1887, Quilliam menyatakan secara terbuka bahwa dirinya memeluk Islam, mengumpulkan para pengikut yang sependirian, dan membentuk Liverpool Moslem Society. Kemudian pada 1889, didirikanlah sebuah masjid—sebagai masjid pertama di Inggris yang mampu menampung seratus Muslim—dan Liverpool Moslem Institute. Saat itu, terbit sebuah buku the Faith of Islam karya Quilliam yang dicetak ribuan eksemplar dan diterjemahkan ke 13 bahasa lain, sehingga membuatnya tenar di dunia Islam. Pada 1890, buku Fanatics and Fanaticism terbit.

Pada 1891, terjadi peristiwa pemakaman Muslim pertama di Liverpool. Michael Hall, mantan pendeta methodist yang menjadi mualaf, meninggal dan jenazahnya dimakamkan di pekuburan Liverpool. Di tahun itu diadakan pernikahan Muslim pertama juga. Dua tahun kemudian, Quilliam mendapatkan gelar kehormatan sebagai seorang Alim dari Universitas al-Qarawiyyin (جامعة القرويين)—sebuah masjid-sekolah/universitas Islam terkemuka di Fez (فاس‎), Maroko, yang juga merupakan universitas (dalam artian umum) pertama di dunia yang masih aktif sejak 859. Quilliam memberikan fatwa pertamanya agar tidak memerangi sesama Muslim di Sudan.

Pada 1894, Sultan Abdul Hamid II (21 September 1842–10 Februari 1918), Khalifah Utsmaniyah terakhir, menggelari Quilliam “Syaykh ul-Islam Kepulauan Inggris”, Imam umat Muslim di Inggris. Lima tahun setelah itu, Shah Persia pun mengapresiasinya sebagai Penasihat Persia di Liverpool.

Selain dikenal sebagai seorang ilmuwan, ulama, jurnalis, dan pengacara, Quilliam merupakan seorang pujangga. Dia adalah pengarang prosa fiksi dan penyair yang mahir. Quilliam pun terbukti sebagai penulis produktif karena telah menuliskan lebih dari lima puluh sajak sejak 1893 hingga 1907. Puisi-puisinya dimuat dalam majalah the Crescent dan jurnal bulanan the Islamic World. Quilliam tidak hanya menulis puisi bertemakan Islam, tetapi dia sering juga membuat berbagai puisi cinta dan tentang kampung halaman keluarganya, the Isle of Man. Berikut ini terdapat dua contoh puisi karya Quilliam, tokoh legendaris Liverpudlian—sebutan bagi penduduk asli Kota Liverpool:

Nil Desperandum!
Courage, brother! do not falter,
Dry your tears and cease from sighing;
Though clouds look black, they soon may alter,
And the sun will send them flying.
“Out of evil oft cometh good,”
Is a maxim to my liking,
The blacksmith well the iron beateth,
But ’tis better for his striking.
Work to-day and give up grieving,
Know that joy is born of sorrow,
And though to-day is rainy weather,
Hap ’twill brighter be to-morrow.
Grumbling doth not make our labour
The least bit more a pleasant task,
’Tis joyful heart that lightens trouble,
Contentment brings to those who ask.
First the childhood, then the manhood,
First the task and then the story,
’Tis after nightfall comes the dawning,
First the shade and then the glory.
Woodland Towers, Onchan, Isle of Man,
23rd October, 1904

Diterbitkan pertama kali dalam the Crescent pada 2 November 1904.

Kindliness
“Your smiling good-naturedly in your brother’s face
is charity”—Muhammad
As fair as the morning,
And as full of grace,
Is the bright friendly smile
On a good-natured face
As firm as a mountain,
Deny it who can,
Is the grasp of the hand,
Of the good-hearted man
As welcome as sunshine,
True warmth to impart,
Is the sweet kindly word
From a good natured heart
As pure as the dew-drop,
So tender, so dear,
Is the sympathy shown
By the good-natured tear
Woodland Towers, Onchan, Isle of Man,
6 Ramazan, 1324 (22nd October, 1906)

Diterbitkan pertama kali pada 24 Oktober 1906.

Pada 1908, Syaykh ul-Islam Abdullah Quilliam berangkat ke Konstantinopel (kini, İstanbul) dan tidak pernah pulang ke Liverpool sekembalinya dari sana. Di tahun-tahun terakhir kehidupannya, Prof. H. M. Leon tinggal di Onchan, Pulau Man, dan London. Quilliam rahimahullāh berpulang ke Rahmatullāh pada 28 April 1932 di London. Jenazahnya dimakamkan di pekuburan Brookwood, dekat Woking. Muslim Inggris terkemuka lain, seperti Lord Headley, Muhammad Marmaduke Pickthall, dan Abdullah Yusuf Ali kelak dikuburkan di dekatnya. Umat Muslim Barat, terutama para mualaf, memandang Quilliam sebagai pelopor jalan yang mereka tempuh. Warisannya dikelola oleh Abdullah Quilliam Society yang dibentuk pada 1996. (RRP)

Anas, Muhammad Yusuf dan Lukman Santoso A.Z. 2013. Para Mualaf. Jogjakarta: Sabil.

Geaves, Ron. 2010. Islam in Victorian Britain: the Life and Times of Abdullah Quilliam.
Leicestershire: Kube Publishing Ltd.

Singleton, Brent D. Editor. 2009. The Convert’s Passion: an Anthology of Islamic Poetry from
Late Victorian and Edwardian Britain. Rockville: Wildside Press LLC.

http://abdullahquilliam.com. Terakhir diakses pada 5 Maret 2017.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita