Senin, 06 Juli 2020

Kisah Seorang Tokoh Liverpudlian yang Memeluk Islam

Kisah Seorang Tokoh Liverpudlian yang Memeluk Islam

Pada Oktober 1873, dia mengajukan permohonan kepada Alderman William Radcliffe (kelak menjadi Wali Kota Liverpool) agar dapat belajar ilmu hukum di Firma William Radcliffe and Smith. Saat berusia 17 tahun itu, Quilliam sempat mengunjungi Maroko dalam rangka pemulihan kesehatannya karena penyakit dan kelak menjadi mualaf sepulang dari negeri Muslim di benua Afrika itu. Dia menjalani karier sebagai penulis artikel berbagai surat kabar dan majalah, reporter cadangan pada Liverpool Albion, dan editor surat kabar Good Templar serta majalah The Porcupine saat berusia 20 tahun. Pada periode ini akhirnya dia diterima untuk belajar ilmu hukum.

Pada November 1878, dia lulus ujian akhir dan sebulan kemudian dia diakui sebagai pengacara. Sejak 16 Desember 1878, dia bekerja untuk dirinya sendiri sebagai pengacara yang berkantor di Jalan Church Nomor 28 Liverpool sambil melanjutkan pekerjaan jurnalistiknya hingga 1884.

Pada 1887, Quilliam menyatakan secara terbuka bahwa dirinya memeluk Islam, mengumpulkan para pengikut yang sependirian, dan membentuk Liverpool Moslem Society. Kemudian pada 1889, didirikanlah sebuah masjid—sebagai masjid pertama di Inggris yang mampu menampung seratus Muslim—dan Liverpool Moslem Institute. Saat itu, terbit sebuah buku the Faith of Islam karya Quilliam yang dicetak ribuan eksemplar dan diterjemahkan ke 13 bahasa lain, sehingga membuatnya tenar di dunia Islam. Pada 1890, buku Fanatics and Fanaticism terbit.

Pada 1891, terjadi peristiwa pemakaman Muslim pertama di Liverpool. Michael Hall, mantan pendeta methodist yang menjadi mualaf, meninggal dan jenazahnya dimakamkan di pekuburan Liverpool. Di tahun itu diadakan pernikahan Muslim pertama juga. Dua tahun kemudian, Quilliam mendapatkan gelar kehormatan sebagai seorang Alim dari Universitas al-Qarawiyyin (جامعة القرويين)—sebuah masjid-sekolah/universitas Islam terkemuka di Fez (فاس‎), Maroko, yang juga merupakan universitas (dalam artian umum) pertama di dunia yang masih aktif sejak 859. Quilliam memberikan fatwa pertamanya agar tidak memerangi sesama Muslim di Sudan.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.