Jumat, 03 Juli 2020

Kisah Seorang Tokoh Liverpudlian yang Memeluk Islam

Kisah Seorang Tokoh Liverpudlian yang Memeluk Islam

Pada 1894, Sultan Abdul Hamid II (21 September 1842–10 Februari 1918), Khalifah Utsmaniyah terakhir, menggelari Quilliam “Syaykh ul-Islam Kepulauan Inggris”, Imam umat Muslim di Inggris. Lima tahun setelah itu, Shah Persia pun mengapresiasinya sebagai Penasihat Persia di Liverpool.

Selain dikenal sebagai seorang ilmuwan, ulama, jurnalis, dan pengacara, Quilliam merupakan seorang pujangga. Dia adalah pengarang prosa fiksi dan penyair yang mahir. Quilliam pun terbukti sebagai penulis produktif karena telah menuliskan lebih dari lima puluh sajak sejak 1893 hingga 1907. Puisi-puisinya dimuat dalam majalah the Crescent dan jurnal bulanan the Islamic World. Quilliam tidak hanya menulis puisi bertemakan Islam, tetapi dia sering juga membuat berbagai puisi cinta dan tentang kampung halaman keluarganya, the Isle of Man. Berikut ini terdapat dua contoh puisi karya Quilliam, tokoh legendaris Liverpudlian—sebutan bagi penduduk asli Kota Liverpool:

Nil Desperandum!
Courage, brother! do not falter,
Dry your tears and cease from sighing;
Though clouds look black, they soon may alter,
And the sun will send them flying.
“Out of evil oft cometh good,”
Is a maxim to my liking,
The blacksmith well the iron beateth,
But ’tis better for his striking.
Work to-day and give up grieving,
Know that joy is born of sorrow,
And though to-day is rainy weather,
Hap ’twill brighter be to-morrow.
Grumbling doth not make our labour
The least bit more a pleasant task,
’Tis joyful heart that lightens trouble,
Contentment brings to those who ask.
First the childhood, then the manhood,
First the task and then the story,
’Tis after nightfall comes the dawning,
First the shade and then the glory.
Woodland Towers, Onchan, Isle of Man,
23rd October, 1904

Diterbitkan pertama kali dalam the Crescent pada 2 November 1904.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.